Fenomena Batu Akik
Tiga Bulan Jaud Jualan Batu Bacan Dapat Untung Rp 100 Juta
Kisah nyata dalam waktu Tiga Bulan Jaud Jualan Batu Bacan Dapat Untung Rp 100 Juta
Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM - Demam batu mulia ditangkap secara jeli oleh Nur Khaerudin (33), warga Bendang, Kota Pekalongan. Berawal hanya membantu temannya yang sedang kesulitan uang, Jaud, sapaannya, sukses dalam bisnis tersebut.
"AWALNYA teman lagi butuh uang, jual batu bacan Halmahera yang di pasaran harganya sampai Rp 5 juta. Tapi dia cuma butuh Rp 1 juta," tuturnya.
Setelah dijual, batu bacan itu diposting ke dalam akun facebook. Ternyata, banyak ditawar teman-temannya. "Saya juga heran, kayak begini kok bisa laku ya. Ada yang nawar Rp 3 juta, lalu Rp 5 juta, kemudian akhirnya penawar tertinggi Rp 7 juta," ujarnya.
Setelah laku terjual, sisanya yang Rp 6 juta dipakainya untuk berjualan lagi sekitar Desember 2014 lalu. "Lalu saya buat toko, namanya Gemstone Sulaiman," kenang Jaud.
Pria lajang itu setiap harinya menata barang dagangannya di sebuah etalase kecil. Sembari duduk di hadapan laptop, Jaud, menjual dagangannya secara online. Sesekali, batu mulia jualannya itu diolesi minyak zaitun agar motif cincin bisa keluar dan tembus pandang.
Beberapa pembelinya datang dari luar kota, ada juga dari Kota Pekalongan. “Kalau luar negeri biasanya saya kirim pakai pos, pernah kirim enam butir cincin ke Malaysia," ungkapnya.
Pria lajang itu pernah hampir tertipu. Uang jutaan rupiah pun hampir melayang. Dipaparkannya, saat itu ada seorang penjual batu Bacan. Karena tertarik, ia berniat membelinya. Umumnya, bila transaksi lebih dari Rp 1 juta, sudah seharusnya penjual mengirimkan KTP.
"Saat itu alamatnya tertera Kabupaten Kota Surakarta, KTP-nya palsu. Harusnya kalau kabupaten, ya kabupaten saja, atau sebaliknya. Nama kecamatannya juga aneh, disebutkan Kecamatan Ambarawa, di Surakarta mana ada kecamatan Ambarawa," ceritanya.
Dari berbagai jenis batu mulia, Jaud lebih fokus hanya batu bacan. Sebelumnya, ia pernah membeli sebuah cincin batu bacan seharga Rp 8 juta. Sempat muncul kekhawatiran, cincin itu akan sulit dijual. "Ternyata, saya jual melalui lelang sampai Rp 31 juta," kata dia.
Hingga kini pria berbadan gemuk itu telah meraup laba bersih Rp 100 juta dalam tiga bulan. Kejelian terhadap penipuan, dan memilih batu bacan yang bernilai tinggi, harus dimilikinya. Makin batu itu bening ketika disenteri, harganya akan semakin mahal.
Kebiasaannya, memfoto batu bacan itu di atas dedaunan. "Saya memfoto batu bacan lalu mempostingnya, itu seperti memotret model-model cantik. Setiap cincin memiliki keunikannya masing-masing," ujar jaud. (tribunjateng/raka f pujangga)

