Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Johar Terbakar

PKL di Johar Khawatir Tergusur

Sejumlah pedagang mengkaveling sepanjang Jalan Agus Salim di depan Pasar Johar, Selasa (12/5) siang.

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG/ADI PRIANGGORO
Oknum Pedagang Johar Mengkavling Jalan Agus Salim Pakai Cat Semprot, Selasa (12/05/2015) siang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pedagang mengkaveling sepanjang Jalan Agus Salim di depan Pasar Johar, Selasa (12/5) siang. Pemetakan itu dilakukan lewat cara menyemprotkan cat ke aspal dan median jalan.

Pantauan Tribun Jateng, sepanjang Jalan Agus Salim terdapat tulisan nama-nama yang ditulis memakai cat semprot beragam warna. Tidak ada petugas, Satpol PP maupun pegawai Dinas Pasar yang melarang atau mencegah pedagang menyemprotkan cat ke jalan dan median.

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya berjualan di sepanjang Jalan Agus Salim, di depan Pasar Johar, mulai resah. Mereka khawatir bila ratusan pedagang dari Pasar Johar yang kiosnya terbakar akan mendirikan lapak di sepanjang Jalan Agus Salim.

Koordinator PKL yang berada di sepanjang Jalan Agus Salim, Sugiyanto mengatakan bila saat ini jumlah anggotanya ada sekitar 80 pedagang. Mereka berjualan mulai dari pakaian hingga peralatan rumah tangga.

“Biasanya kami berjualan mulai dari depan gedung Matahari hingga Jembatan Berok. Kami tidak mau tergeser oleh pedagang limpasan dari dalam Pasar Johar,” kata Sugiyanto.

Saat ini, sebagian besar PKL belum bisa berjualan karena kondisinya tidak memungkinkan. Sugiyanto dan anggotanya menyaksikan dan mengamati para pedagang Pasar Johar yang mengkaveling ruas Jalan Agus Salim. “Kami berharap pemkot bersifat tegas tentang aturan relokasi ini,” ujarnya.

Saat ditemui Tribun, seseorang yang sedang menyemprotkan cat mengaku sebagai orang suruhan.

"Saya hanya disuruh, pokoknya ada orang yang menyuruh. Saya hanya cari uang," ujar seorang pria muda yang menyemprotkan cat ke aspal.

Pedagang lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan bila langkah mengecat secara sepihak itu bagian dari kekhawatiran tidak mendapatkan jatah kios.

"Kami belum tahu akan pindah dan dipindah kemana. Kami sih inginnya diperbolehkan menempati jalan ini (Jalan Agus Salim- Red) untuk berdagang sampai setelah Lebaran. Makanya kami bikin petak-petak untuk jaga-jaga saja daripada nanti tidak kebagian tempat," kata pedagang tersebut.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) "Sabar Menanti" Pasar Johar, Muchlisan atau akrab dipanggil Robert mengatakan, bila pengecatan itu ilegal.

"Saya sudah diberitahu kalau berjualan di sepanjang Jalan Agus Salim merupakan larangan. Tetapi saya tidak mencegah karena pengecatan itu atas inisiatif pedagang sendiri-sendiri," kata Robert.

Robert mengungkapkan sudah mendapat pemberitahuan kalau area lokasi penampungan sementara ada di beberapa titik. Di antaranya Gedung Matahari Johar lantai 3 dan 4, Gedung Parkir Pedamaran, Pasar Ikan Higenis (PIH) Rejomulyo, dan lantai 3 Pasar Bulu.

“Saya sudah beritahukan kepada teman-teman pedagang. Saat ini baru dilakukan pendataan,” katanya.

Membentuk Kelompok

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved