Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Johar Terbakar

PKL di Johar Khawatir Tergusur

Sejumlah pedagang mengkaveling sepanjang Jalan Agus Salim di depan Pasar Johar, Selasa (12/5) siang.

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG/ADI PRIANGGORO
Oknum Pedagang Johar Mengkavling Jalan Agus Salim Pakai Cat Semprot, Selasa (12/05/2015) siang 

Pedagang Pasar Johar atas inisiatif mereka membuat kelompok-kelompok dalam pembagian lahan relokasi. Mereka membentuk 13 kelompok kemudian dibagi menjadi regu-regu, yang masing-masing regu terdiri atas 10 pedagang. Kelompok kelompok itu berdasarkan area mereka berjualan di Pasar Johar.

"Ini atas inisiatif kami (pedagang- Red) sendiri. Hasil dari pendataan nantinya akan kami serahkan kepada Dinas Pasar," kata seorang koordinator, Ana Rustiana (42).

Pendataan tersebut dilakukan di depan Semarang Central Johar atau eks-Matahari Johar. Ribuan pedagang berkumpul dan menghampiri masing-masing koordinator. Para pedagang mengumpulkan sejumlah persyaratan, di antaranya kartu keluarga, Surat Izin Dasaran Kios/Lapak, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Data ini dikumpulkan, saya tulis beserta nomor handphone-nya. Di kelompok saya masih ada 19 pedagang sekarang,” kata Ana.

Terbakarnya Pasar Johar juga memunculkan rasa solidaritas kelompok masyarakat yang kemudian membentuk sebuah lembaga bernama “Selametke Pak Jo”. Mereka terdiri atas akademisi, budayawan, seniman, arsitek, jurnalis, mahasiswa, advokat, dan lainnya.

“Kami peduli karena Pasar Johar menjadi ingatan kolektif masyarakat Semarang maupun mereka yang pernah tinggal atau singgah di Semarang,” kata koordinator kelompok, Rukardi.

Rukardi memaparkan, langkah awal yang akan dilakukannya yakni mendorong pembentukan tim independen untuk meneliti struktur Pasar Johar.

Tim tersebut diharapkan dapat meneliti bangunan beton yang selama ini menjadi indentitas pasar Johar yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 1980an.

Dalam waktu dekat, menurut Rukardi, lembaga “Selametke Pak Jo” akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). “Upaya mendatangkan BPCB itu mendesak karena terkait dengan pasar Johar sebagai bangunan bersejarah,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved