Liputan Khusus
Supriyadi Mengaku Ditawari Beli Ijazah S2 Rp 35 Juta
Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengaku praktik jual beli ijazah di kalangan pejabat dan anggota dewan di Jawa Tengah bukanlah sesuatu yang baru.
Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir memastikan pihaknya juga akan menyelidiki apakah ada praktik jual beli ijazah di Jateng. "Jawa Tengah masih kami lacak semua. Dari tinjauan awal Jateng memang tidak banyak masalah, hanya saja tetap akan kami selidiki lebih lanjut," ucap Nasir usai mengisi seminar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Kamis (28/5). Ia menjelaskan temuan jual beli ijazah masih di daerah Jakarta, Jabar, dan Sumatera Utara.
Ia pun menyambut baik respons polisi yang menangkap seorang rektor sebuah perguruan tinggi di Sumatera Utara yang diduga terlibat jual beli ijazah. "Mungkin itu masih salah satu, mungkin masih ada lagi," pungkasnya.(tim)