Heritage Java
Langgar Ini Tempat Berkumpulnya Saudagar
Ciri khas Arab dapat dilihat dari bentuk ornamen dinding yang bermotif pahatan garis-garis dan berbentuk kerucut segilima.
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: Catur waskito Edy
“Hanya ada perbaikan sedikit pada bagian dinding langgar pada tahun 2005 lalu,” jelasnya.
Hingga kini, Langgar Dhuwur yang dibangun di atas lahan 172 meter persegi dan memiliki luas bangunan 80 persegi masih berdiri kokoh dan digunakan warga sekitar untuk beribadah sehari-hari. Meski demikian, menurut Helmi, beberapa bagian kayu penyangga atap sudah keropos dan hampir patah.
Untuk itu, ia dan pengurus langgar telah mengajukan dana ke Pemkab Tegal untuk perbaikan Langgar Dhuwur. "Kemungkinan akan diperbaiki tahun 2016 mendatang," ungkapnya.
Ia mengatakan bangunan Langgar Dhuwur adalah bangunan yang memadukan tiga kebudayaan, yakni Melayu, Jawa, dan kebudayaan Arab.
Ciri khas Arab dapat dilihat dari bentuk ornamen dinding yang bermotif pahatan garis-garis dan berbentuk kerucut segilima.
Sedangkan kebudayaan Melayu diwakili pintu dan jendela yang memiliki lubang-lubang ventilasi. Masuk ke bagian dalam Langgar Dhuwur, akan menjumpai tiang-tiang dari kayu jati bekas kapal, yang merupakan khas bangunan Jawa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/langgar-dhuwur-tegal_20150626_081437.jpg)