Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Success story

Hidup Saya Seperti Jet Coaster

Hidup saya naik turun bagai jet coaster. Pernah terpuruk di titik terendah, bangkit, dan anjok kembali, kemudian harus bersemangat lagi.

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: Catur waskito Edy

Saya memang sengaja membuat tempat usaha baru yang letaknya hanya beberapa meter saja dari toko yang saya tinggalkan. Saya berpikir produk saya harus lebih baik dari toko lama. Saya belajar dari pengalaman yang membuat saya tahu kalau produk-produk terdahulu masih banyak kekurangan.

Kurang dari sebulan setelah kehilangan seluruh bisnis saya, tepatnya 20 Februari 2014, saya bisa membuka toko lumpia baru, namanya Lunpia Delight, di Jalan Gajahmada Semarang. Saat itu, berat badan saya turun drastis 20 kilogram.

Apa begitu buka toko langsung ramai pembeli?

Iya, saya yakin Tuhan ikut campur tangan dalam pekerjaan ini. Hari pertama toko buka, pembeli langsung berjubel dan mengantre. Barangkali mereka (pelanggan-Red) tahu kalau saya pindah toko di sini (Lumpia Delight).

Innovasi seperti apa yang Anda terapkan terhadap produk atau sistem penjualan sehingga bisa tetap menjaga pelanggan?

Memang saya tidak pernah berhenti berinnovasi. Contohnya soal rasa lumpia, saya pasti membuat resep-resep baru. Setiap resep baru membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk membuatnya.

Misalnya pada Ramadan ini saya baru meluncurkan lumpia dicampur daging kambing muda. Sebelumnya saya sudah meluncurkan lumpia dicampur daging kepiting dan lumpia ikan kakap.

Tidak lupa saya juga memastikan produk saya halal dan satu-satunya yang memperoleh sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Begitu juga dengan penjualan, saya pun menggeber promosi dengan hadiah yang diundi. Tahun ini saya menyediakan tiga motor sport, yaitu Yamaha R25, R15, dan Vision yang diundi pada akhir tahun. Ini merupakan bagian dari cara saya mengikat pelanggan.

Bagaimana Anda bisa membuat para karyawan/karyawati selalu bersemangat dan tertib?

Saya tidak pernah menempatkan diri sebagai bos. Saya menyakinkan mereka bahwa saya adalah partner kerja mereka. Setiap pagi saya masih ikut menggulung lumpia bersama para karyawan. Bagi saya, karyawan ibarat akar-akar yang selalu membuat bisnis ini selalu kuat. (ape)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved