Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nilai Tukar Rupiah Anjlok

Perajin Roti Ungaran Makin Sulit Peroleh Bahan Baku

Masih terpuruknya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD), secara berlahan pula membuat para pelaku usaha juga turut serta terpuruk.

Tayang:
Penulis: deni setiawan | Editor: rustam aji

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Masih terpuruknya nilai tukar Rupiah (Rp) terhadap Dollar Amerika Serikat (USD), secara berlahan pula membuat para pelaku usaha juga turut serta terpuruk.

Tak hanya di industri besar, di industri menengah bahkan hingga home industri pun semakin merasakannya. Satu di antaranya yang dirasakan para perajin roti di Kabupaten Semarang.

Mereka beberapa pekan terakhir makin kesulitan memperoleh bahan baku untuk pembuatan roti. Informasi dari distributor, bahan baku yang merupakan barang impor itu makin minim dan makin mahal.

"Ketersedian bahan baku untuk membuat roti seperti Perisai makin sulit di sini. Pergi ke Kota Semarang pun semakin sulit diperoleh. Itu tentu membuat kami kesulitan untuk memproduksi," kata Sutarji (44) pemilik Ratna Cake and Bakery itu kepada Tribun Jateng, Minggu (30/8/2015).

Menurutnya, terpuruknya Rupiah juga berdampak pada tepung terigu tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 per karung dalam sepekan terakhir ini. Satu karung berisi sekitar 25 kilogram tepung terigu. Sebelumnya, harga tepung di tingkat distributor sekitar Rp 137.000 per karung.

"Dampak lain di bidang pemasaran. Omzetnya menurun hingga 10 persen. Untuk sementara kami belum ada rencana untuk mengecilkan ukuran roti. Sementara pilih omset berkurang daripada kehilangan pelanggan," ujar pemilik usaha di Susukan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang itu.

Dia berharap, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar kembali normal. Atau setidaknya di angka Rp 11.000 per Dollar AS. Tidak seperti yang terjadi saat ini yang telah mencapai di angka Rp 14.000 per Dollar.

"Semoga saja ada solusi dari pemerintah dalam menangani perekonomiannya. Kalau sudah mencapai Rp 15.000 per Dollar, bisa-bisa makin terpuruk dan banyak perajin yang gulung tikar," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved