Festival Ampyang di Kudus Meriahkan Maulud dan Tahun Baru
Festival Ampyang Maulid, termasuk satu event budaya untuk melestarikan kearifan lokal di Kudus
Penulis: yayan isro roziki | Editor: Catur waskito Edy
Masjid Jamiat At-Taqwa merupakan masjid bersejarah yang dibangun pada sekitar tahun 1596 - 1597. Dalam laman wikipedia disebutkan, masjid ini dibangun oleh Tjie Wie Gwan (Sungging Badar Duwung), seorang muslim dari Campa, Cina, yang mendarat di Jepara, pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat.
Gereja St. Yohanes Evangelista penuh
Ribuan umat Katolik tampak memenuhi Gereja St. Yohanes Evangelista, Kudus, Kamis (24/12) petang. Mereka hendak mengikuti misa pertama Natal 2015, yang dipimpin oleh Romo Simon Petrus Sumargo MSF, Pastor Kepala Paroki Gereja ST. Yohanes Evangelista.
Dalam misa pertama ini, pihak gereja menyediakan 2.200 kursi, untuk tempat duduk umat. "Misa pertama biasanya yang ikut kebanyakan dari jauh-jauh, dan selalu lebih banyak dibanding misa kedua nanti," kata Romo Celsus Hardosuyatno.
Menurut dia, misa pertama dimulai pada sekitar pukul 18.00. Sedang misa kedua, dimulai pada sekitar pukul 20.00.
"Tanggal 25 Desember, pagi sekitar pukul 07.00 digelar misa untuk anak-anak, sementara sore harinya sekitar pukul 16.00 untuk lansia," ucapnya.
Usai pelaksanaan misa pertama malam Natal, Pastor Kepala Paroki Gereja St. Yohanes Evangelista Kudus, Romo Simon Petrus Sumargo MSF, memimpin umat ke halaman gereja setempat, Kamis (24/12).
Romo Simon kemudian memimpin pemberkatan pohon Natal, yang telah disiapkan sejak beberapa hari lalu. Pohon Natal tersebut terdiri dari lampu warna-warni.
Usai diberkati, lampu segera dinyalakan. Indahnya kerlip lampu, membuat ribuan umat takjub. Terlebih, penyalaan pohon Natal dibarengi oleh letupan kembang api di udara.
"Kita sertai kembang api sebagai lambang kegembiraan," ucap Romo Simon.
Cinta kasih dalam keluarga
Pastor Gereja St. Yohanes Evangelista Kudus, Romo Celsus Hardosuyatno, mengatakan bahwa tema Natal tahun adalah 'Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah'. Menurut dia, perayaan Natal paling nyata adalah di dalam keluarga.
"Sebuah keluarga, layaknya adalah bersama-sama mewujudkan diri sebagai ciptaan Allah. Harus saling mengasihi dan melayani," kata Romo Celsus, Jumat (25/12).
Disampaikan, syarat pertama membangun cinta Allah ada dalam lingkup keluarga terlebih dahulu. "Tuhan memberi perintah utama harus saling mengasihi," ujarnya.
Dalam perayaan Natal, ucapnya, keluarga berkumpul dan saling menunjukkan cinta kasihnya. "Orangtua menunjukkan kasih sayangnya kepada sang anak, pun sebaliknya," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ampyang-kudus-2_20151224_170253.jpg)