Festival Ampyang di Kudus Meriahkan Maulud dan Tahun Baru
Festival Ampyang Maulid, termasuk satu event budaya untuk melestarikan kearifan lokal di Kudus
Penulis: yayan isro roziki | Editor: Catur waskito Edy
Romo Celsus mengatakan cinta kasih Allah diperbaharui melalui cinta kasih dalam keluarga. Menurut dia, dalam keluarga cinta kasih itu harus konkrit.
"Banyak keluarga pecah karena kesalahan masa lalu. Dalam Natal, salinglah maaf-memaafkan, dan jangan ungkit-ungkit kesalahan masa lalu, dan kemudian ambillah sikap hidup yang baru," tandasnya.
Banser siagakan 100 personel
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kudus menyiagakan 100 personel untuk membantu pengamanan perayaan Natal 2015 dan malam tahun baru 2016.
"Kemarin kami sudah koordinasi denga pihak Polres Kudus, karena yang pegang komando pengamanan adalah pihak kepolisian," kata Sekretaris GP Ansor Kudus, Suparno, Kamis (24/12).
Menurut dia, 100 anggota Banser yang telah disiagakan dapat dipanggil kapan saja, saat dibutuhkan.
Hanya, dikatakan, pihaknya belum menerima surat permintaan untuk menerjunkan anggota Banser dari Polres Kudus.
Di Kudus, setidaknya terdapat 39 gereja dan lebih dari 90 kegiatan yang berkaitan perayaan Natal, yang mendapat pengamanan dari Polres.
Sinergi Polres dan Kodim Blora
Dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Blora bersinergi dengan Kodim setempat.
"Untuk menciptakan situasi yang kondusif, kami harus bekerja sama, karena kami tidak dapat bekerja sendiri dan harus mendapat dukungan dari berbagai pihak," kata Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana, Jumat (25/12).
Di malam perayaan Natal, Kamis (24/12), Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana bersama Komandan Kodim Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin, melaksanakan pemantauan wilayah, secara bersama-sama. (Yan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ampyang-kudus-2_20151224_170253.jpg)