Breaking News:

Outlook 2016

Bagaimana Hendi Merangkul Jutaan Orang yang Bukan Pendukungnya?

Bagaimana Hendi Merangkul Jutaan Orang yang Bukan Pendukungnya? untuk membangun Kota Semarang.

Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN
BERSAMA PENDUKUNG- Hendrar Prihadi berpidato di depan pendukungnya usai rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota terpilih di Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda 148, Kota Semarang, Selasa (22/12/2015). 

TRIBUNJATENG.COM - Calon Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan calon wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, segera dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Semarang periode 2015-2015. Hendrar Prihadi (Hendi) punya cara tersendiri untuk melaksanakan pembangunan Kota Semarang, meski juga disadari bahwa 'hanya' 320 ribu pemilih dari 1,6 juta jiwa penduduk di Kota Semarang yang memilih paslon no 2 itu.

Adakah yang Anda khawatirkan berkait dengan ekses Pilwakot terhadap pelaksanaan pembangunan di Kota Semarang?
Saya rasa, kita tidak perlu mengkhawatirkan problem atau kendala di Kota Semarang. Semua sudah punya jalur dan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing. Ada kepolisian, ada kejaksaan, ada Muspida, ada para pengusaha yang akan segera membangun kota ini, ada warga masyarakat yang akan akan menjadi mitra pembangunan Kota Semarang. Kalau semua sudah bisa memahami tugas dan fungsi masing-masing tidak perlu ada yang dikhawatirkan, ini akan berjalan smooth.

Sebab, prinsipnya tidak ada orang yang mau hidup tertinggal terus, tidak ada orang mau hidup di bawah standar kehidupan normal, mereka tidak ingin kota ini terbelakang.
Kalau ngomong warga Kota Semarang, pasti mereka akan berpikir bagaimana kota ini bisa berkembang lebih baik. Dengan demikian saya tidak risau pasca-Pilwakot ini karena pilwakot hanya sebuah sistem demokrasi.

Apa yang Anda janjikan pada warga Kota Semarang di tahun 2016?
Pasti akan saya kawal anggaran yang sudah disahkan pejabat (Pj) wali kota bersama teman-teman DPRD untuk bisa segera dilaksanakan. Akan mulai kita sinkronkan dengan visi misi pasangan calon nomor urut dua, Hendi dan Ita, untuk membuat Semarang menjadi lebih hebat di dalam pos penganggaran atau kebijakan Pemerintah Kota Semarang lima tahun ke depan.

Kalau kemarin (APBD) telah ditetapkan, akan kami kawal semua berjalan tuntas lalu di anggaran perubahan 2016, anggaran 2017 hingga anggaran 2021 harus sinkron dengan apa yang kemarin kita janjikan kepada masyarakat untuk membenahi kota ini.

Bagaimana Anda menjadikan kemenangan dalam Pilwakot, dengan persentase lebih dari 40 persen, sebagai modal sosial dan politik untuk memimpin Kota Semarang?
Pasangan calon nomor urut dua kalau dikatakan menang ya menang, hasil rekapitulasi dari penetapan KPU. Bicara hasil, kami didukung 320 ribu sekian orang. Artinya, kalau dilihat jumlah penduduk Kota Semarang 1,6 juta jiwa belum seluruhnya mendukung kami. Yang paling utama kemudian, kami harus menyakinkan kembali kepada seluruh warga Kota Semarang yang jumlah 1,6 juta bahwa ini pilihan dari masyarakat yang secara sah ditetapkan oleh penyelenggara negara.

Tugas utama kami sekarang ini merangkul yang kemarin belum setuju dengan Hendi-Ita, belum mendukung Hendi-Ita, atau yang tidak menentukan pilihan untuk bareng-bareng jadi satu, berbaur, kompak, dengan semangat kebersamaan. Kota ini tidak akan berkembang tanpa seluruh stakeholder yang kemudian mengeroyok supaya kota ini menjadi lebih baik.

Dua calon wali kota selain Anda telah bersedia untuk urun kontribusi pada pembangunan Kota Semarang, secara konkret apa yang akan Anda lakukan untuk merespons hal itu?
Saya akan menerima dengan tangan terbuka. Mereka orang-orang yang punya keberanian dan punya cukup banyak ide. Pak Sigit dan Pak Agus (pasangan nomor urut tiga, Sigit Ibnugroho Sarasprono-Agus Sutyoso--Red) sangat berani karena mereka punya keinginan menjadi salah satu pasangan calon dan dalam visi misi mereka berorientasi pada kemajuan Kota Semarang. Kalau memungkinkan harus kita terapkan dalam program Kota Semarang, ya kita terapkan.

Pak Soemarmo dan Zuber (pasangan nomor urut satu, Soemarmo HS-Zuber Safawi--Red) juga begitu, punya gambaran visi misi, kalau program kerja cukup baik dan bisa kita adopsi. Artinya, kerangka utamanya visi misi Hendi-Ita. Program tambahannya, kalau memang ada program bagus atau masukan dari paslon atau mitra lain akan kami adopsi supaya kegiatan tersebut bisa dirasakan manfaatnya seluruh warga Kota Semarang.

Sebagai wali kota petahana, adakah kemudahan yang menjadi modal Anda untuk memimpin Semarang?
Saya rasa begini. Orang boleh cerita bahwa petahana punya kemampuan menggerakkan biroktrat PNS. Tapi aturan sudah jelas, PNS harus netral, petahana tidak boleh menggerakkan birokrasi. Sejak berakhirnya masa periode saya pada 19 Juli (2015), sebenarnya Hendi hanya warga biasa yang kemudian nyalon bersama Ita.

Kemudian modal positifnya apa? Saya punya waktu 3,5 tahun bertemu warga masyarakat. Saya serap aspirasi mereka, apa sih kendala lingkungan Panjenengan. 'Jalannya jelek, Pak', ya kami bantu. Niatnya benar-benar bantu masyarakat.

Seorang petahana yang kemudian mau turun ke bawah bisa membantu warga di wilayahnya dan bisa mencarikan solusi dari problem-problem di lingkungannya pasti sangat diuntungkan karena kemudian masyarakat jadi lebih mengenal. Sebaliknya, petahana hanya duduk di belakang meja, di kantoran, tidak mau turun ke bawah pasti masayakat tidak akan kenal.

Lalu pertanyaan keuntungan Pak Hendi apa sebagai petahana? Saya punya waktu kemarin untuk bertemu banyak masyarakat selama 3,5 tahun. Kemarin, saya tinggal memoles saja, kepada masyarakat yang pernah saya datangi. 'Pak ini lo, Hendi mau maju, terserah bapak kalau dukung, saya matur nuwun. Kalau tidak, ya jaga kotanya kondusif.' (tribunjateng/galih permadi)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved