Outlook 2016

Mengawal Pembuktian Janji Hendi untuk Warga dan Kota Semarang

Mengawal Pembuktian Janji Hendi untuk Warga dan Kota Semarang

Mengawal Pembuktian Janji Hendi untuk Warga dan Kota Semarang
tribunjateng/wahyu sulisitiawan
Mengawal Pembuktian Janji Hendi untuk Warga dan Kota Semarang

TRIBUNJATENG.COM - Berikut ini janji-janji Hendrar Prihadi (Hendi) saat kampanye dan akan diwujudkan setelah dilantik menjadi Walikota Semarang. Apa saja janji Hendi? berikut wawancara khusus dengan wartawan Tribun Jateng Galih Permadi untuk edisi Outlook 2016 yang telah terbit di koran cetak Tribun Jateng edisi 28 Desember 2015.

Apa yang Anda janjikan sebagai terobosan-terobosan baru di periode kedua kepemimpinan Anda?
Saya pengin melunasi janji kampanye saya. Tiga wilayah Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari dikurangi persoalan rob dan banjir. Wilayah barat, ada Mangkang dan Ngaliyan bisa kurangi banjirnya.

Sama seperti janji saya, ingin membuat jalan Semarang menjadi lebih baik selama tiga tahun mendatang akan kami penuhi. Artinya anggaran infrastruktur tetap prioritas agar Semarang bisa semakin mengejar ketertinggalan dari kota lain bahkan semakin lebih baik. Janji lain, mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran menjadi catatan diri saya.

Dalam kampanye, Anda menegaskan persoalan transparansi dalam pengelolaan pemerintahan? Apa langkah konkret yang akan Anda lakukan untuk itu?
Saya rasa, saya sudah tanamkan transparansi dalam pemerintahan 3,5 tahun lalu. Bagaimana anggaran Kota Semarang ini bisa dibuka oleh seluruh warga Kota Semarang secara online, APBD semua bisa lihat. Didirikan Pusat Informasi Publik (PIP) di Balai Kota jadi orang mudah mengakses setiap aktivitas kegiatan di Kota Semarang, termasuk destinasi yang ada di Kota Semarang. Kemudian saya sudah menerapkan lelang secara elektronik. Jadi yang sudah baik ini akan kita pertahankan dan kita tambahi sesuai kemajuan teknologi dan kebutuhan yang ada.

Di bidang pendidikan, Anda menyiapkan wajib belajar 12 tahun? Bagaimana realisasinya?
Mulai 2017, sekolah SMA/SMK di Kota Semarang akan diambil alih Pemerintah Provinsi. Ini menjadi peluang buat kota/kabupaten, khususnya Kota Semarang, untuk kemudian mengalokasikan anggaran yang biasanya untuk SMA/SMK bisa difokuskan pembelajaran anak di Kota Semarang mulai hardware dan software, juga ada kemampuan memberi beasiswa warga Kota Semarang yang tidak mampu dalam scoop lebih besar. Pemberian beasiswa sudah kami lakukan, ini ada anggaran besar ini bisa teruskan lagi tidak hanya pendidikan dasar atau SMA tapi juga perguruan tinggi.

Di bidang kesehatan, Anda menyebut soal rebranding Puskesmas? Bagaimana wujudnya?
Selama 3,5 tahun lalu, Puskesmas kami buat menjadi sebuah pelayanan kesehatan yang layak. Banyak Puskesmas kemudian kami kelola dengan manajemen modern: orang masuk antre kayak di perbankan. Kemudian upgrade Puskesmas sehingga sudah ada yang bisa melakukan unit rawat inap. Ini akan kami optimalkan sehingga warga Kota Semarang akan terlayani dengan baik, tidak melihat puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan yang kualitas dan pelayanan nomor sekian, tapi kualitas dan pelayanan nomor satu. Akan kami buat rebranding setara rumah sakit.

Di bidang ekonomi, Anda berjanji untuk memberikan prioritas pada ekonomi kerakyatan? Bagaimana wujudnya?
Kendala utamanya pasti fasilitas. Kendala dari ekonomi kerakyatan adalah permodalan baik secara kapital kemudian permodalan alat harus kami support. Tapi tentu saja sesuaikan dengan regulasi yang ada. Karena Permendagri membuat Pemkot Semarang tidak luwes memberikan bantuan seperti itu. Nanti akan kami sesuaikan regulasi yang ada. Selain kendala permodalan, juga produksi. Kami akan beri pelatihan-pelatihan manajemen dan produksi kepada UMKM. Jika perlu datangkan narasumber berpengalaman yang berangkat dari bawah kemudian menjdi pengusaha sukses.

Dan terakhir, kendala pemasaran. Produk bagus, harga bagus, modal siap, tapi tidak bisa jual akan susah. Kami akan bekerja sama dengan kota atau kabupaten, baik hinterland atau lintasprovinsi. Atau bahkan kami punya beberapa kerja sama sister city dengan negara-negara di luar Indonesia. Kami akan terus promosikan produk-produk ekonomi kerakyataan yang ada di Kota Semarang agar terjadi sebuah transaksi yang besar sehingga akan membantu bisa menghidupi usaha mereka.

Dalam catatan kami, Anda juga berjanji untuk menjadikan Kota Semarang sebagai daerah yang menarik bagi investor? Bagaimana wujudnya?
Investasi sangat menunjang pertumbuhan Kota Semarang. Ini bisa terjadi pada saat investor merasa nyaman untuk berinvestasi di Kota Semarang. Artinya nyaman: situasi politik dan keamanan tetap sejuk. Mereka masuk ke Semarang pemerintah dan masyarakat welcome. Pemerintah dengan memberikan pelayanan perizinan cepat dan tepat, tidak ada biaya-biaya tidak resmi. Kemudian masyarakat menyambut baik, tidak terus menerus melakukan demo.

Ini harus jadi sebuah kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan masuknya investasi, masyarakat diharapkan mendapat keuntungan dari lapangan pekerjaan yang terserap. Pemerintah mendapat keuntungan pertumbuhan ekonomi yang terus beranjak naik. Dan Investor harus merasakan keuntungan dengan produktivitas kerja dan hasil keuntungan dari perusahaan tersebut.

Sebagai wali kota, praktis Anda baru bisa bergerak sekitar Juni 2016, seusai pelantikan? Cukupkah waktu untuk merealisasikan janji-janji kampanye Anda di tahun 2016?
Saya rasa cukup. Artinya, saya sudah mengintip anggaran di 2016 banyak sekali anggaran yang berorientasi kepada kemaslahatan masyarakat. Dan sebagian besar hampir sesuai program yang kita upayakan menuju masyarakat Semarang lebih hebat. Tinggal menyempurnakan sedikit-sedikit saja di bulan Juni untuk di perubahan anggaran dan anggaran murni berikutnya, saya rasa tidak ada masalah. (tribunjateng/galih permadi)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved