Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Kiat Bisnis Pria Asal Kudus yang Jual Ikan Cupang Hingga Amerika dan Jerman

Kelebihan cupang dari Indonesia adalah dalam segi bentuk tubuh dan juga warna.

Tayang:
Penulis: yayan isro roziki | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Aris Dermawan dan Ikan cupangnya 

TRIBUNJATENG.COM - Tangan Muh Aris Dermawan (36), tampak lincah saat hendak menangkap seekor ikan cupang, dalam akuarium, sebuah kios miliknya 'Dharma Betta' di Jalan Raya Kudus-Jepara Km 5, tepatnya di Dukuh Jetak, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Minggu (3/4).

Tanpa kesulitan, ikan hias tersebut telah masuk dalam kantong plastik bening berukuran kecil.

"Ini pesanan orang, akan dikirim ke Jakarta," kata pria yang akrab disapa Wawan ini.

Disampaikan, sudah lebih dari dua tahun ini ia menggeluti bisnis ikan cupang.

Menurut dia, bermula dari hobi memelihara ikan hias itu, kemudian coba menjadi peternak, dan sekarang lebih berkonsentrasi sebagai seorang reseller.

"Suka ikan cupang sudah lama, tapi mulai menjadikannya lahan bisnis baru sekitar 2013," ucap dia.

Dikatakan, sejak menggeluti bisnis ini, ia sudah berkali-kali menjual dan mengirimkan ikan cupang koleksinya ke luar negeri.

Di antaranya ke Amerika Serikat, Jerman, Singapura, Malaysia, Thailand, dan beberapa negara lain.

"Kalau lokal Indonesia, sudah ke berbagai kota juga. Antara lain, Surabaya, Jakarta, Bandung, dan lainnya," ucap dia.

Menurut Wawan, para pelanggan tahu ikan koleksinya dari foto-foto yang ia unggah di media sosial.

"Jadi, calon pembeli tahu saya punya ikan berbagai jenis dari media sosial," kata ayah dua putra ini.

Disinggung apakah ikan-ikan tersebut bisa tetap sehat hingga di tempat tujuan, menurut dia, memang ada teknik khusus untuk itu.

Dipaparkan, ikan yang hendak dikirimkan harus puasa sekitar 24 jam.

Selain itu, air yang digunakan untuk proses pengiriman juga harus sudah diendapkan selama sehari semalam.

"Jadi, selama dalam perjalanan, ikan tak akan buang kotoran. Kalau sampai buang kotoran, itu nanti akan jadi racun, dan itulah yang menyebabkan ikan mati," urainya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved