Obat Antiretroviral bagi HIV Hanya Ada di Apotek RS, Ini Penyebabnya
ARV termasuk obat keras. Pasien hanya dengan rekomendasi dokter bisa menebus obat itu,
Penulis: budi susanto | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Antiretroviral (ARV) yang merupakan obat untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV, tidak dijual bebas di apotek umum.
Tripuji Mulyani, asisten apoteker K24, di Jalan Kelud Raya Semarang mengatakan obat itu tak dijual di sembarang tempat.
Hanya ada di apotek milik rumah sakit.
"ARV termasuk obat keras. Pasien hanya dengan rekomendasi dokter bisa menebus obat itu," tutur Tripuji, Rabu (14/12/2016).
Pandanayu Prabaninggar, apoteker di perusahaan importir obat PT Vita Shopindo, menyebut hanya rumah sakit yang menjual ARV karena hanya rumah sakit yang bisa menangani penyimpanannya.
Pandanayu menambahkan, gudang penyimpanan di apotek umum tidak memungkinkan untuk menyimpan obat tersebut.
"Hanya gudang penyimpanan yang memiliki teknologi modern dan besar yang berani menyimpan ARV. Obatnya sangat keras dan terbilang langka. Pengawasan dokter juga maksimal dalam penggunaannya," terang Pandanayu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-hivaids_20161214_154241.jpg)