Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pengusaha Tekstil di Jawa Tengah Mulai Alihkan Pasar Ekspor ke Eropa

Pengusaha tekstil di Jawa Tengah mulai mengalihkan pasar ekspor dari Amerika Serikat ke beberapa negara di Eropa

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Pemaparan perkembangan ekspor dan impor di Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pengusaha tekstil di Jawa Tengah mulai mengalihkan pasar ekspor dari Amerika Serikat ke beberapa negara di Eropa, khususnya Jerman.Kondisi perpolitikan di Amerika menjadi alasan utama mereka.

General Manager PT Sandang Asia Maju Abadi Semarang, Dedi Mulyadi, mengatakan, Amerika awalnya menguasai pasar ekspor tekstil dari perusahannya. Bahkan, nilainya mencapai 80 persen.

"Sekarang, saya kurangi sedikit demi sedikit. Saya alihkan ke Eropa seperti Jerman, Kanada, dan Australia. Kalau sebelumnya ekspor ke Eropa hanya 20 persen, sekarang sudah sampai 40 persen," kata Dedi kepada Tribun Jateng, Kamis (16/2).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang ini mengungkapkan, kebijakan ekonomi Presiden Amerika Donald Trump yang menjadi penyebab. Bahkan, menurutnya, pasca keluarnya Amerika dari perdagangan trans pasifik atau trans pacific partnership (TPP), kata Dedi, tak menjamin produk dari Indonesia bisa lebih bersaing dari negara lain.

"Tergantung pasar Amerika, suka atau tidak dengan produk kita. Kan dilihat dari uniform-nya. Hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika juga mempengaruhi," jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis adanya penurunan nilai ekspor pada Januari 2017 sebesar 9,5 persen dibanding Desember 2016, dari 523,58 juta dolar Amerika menjadi 475,16 juta dolar Amerika. Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Tengah, Sri Herawati menuturkan, negara pangsa pasar utama ekspor Jawa Tengah selama Januari 2017 adalah Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

"Nilai ekspor ke Amerika Serikat mencapai angka terbesar, yakni 123,38 juta dolar Amerika. Disusul Jepang, 57,66 juta dolar Amerika, dan Tiongkok 47,71 juta dolar Amerika," kata Sri Herawati, saat jumpa pers di Kantor BPS Jawa Tengah, Kamis (16/2).
Ia menyebutkan, peranan ketiga negara tersebut terhadap total ekspor Jawa Tengah bulan Januari 2017 yaitu 61,61 persen. Kontribusi ekspor Jawa Tengah ke Amerika Serikat mencapai 25,97 persen terhadap total nilai ekspor Jawa Tengah periode Januari 2017.

Sedangkan komoditas yang mempunyai nilai ekspor tertinggi yaitu tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu, serta bermacam barang hasil pabrik. Tekstil dan barang tekstil memberi andil sebesar 41,57 persen, kayu dan barang dari kayu andil 17,03 persen, dan bermacam barang hasil pabrik memberi andil 12,07 persen.

"Nilai ekspor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada Januari 2017 masing-masing sebesar 197,52 juta dolar Amerika, 80,94 juta dolar Amerika, dan 57,37 juta dolar Amerika," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved