Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenal Komodo, Kadal Raksasa Paling Berbahaya di Dunia

Menurut dia, warga Kampung Komodo sudah melarangnya agar tidak mengambil gambar terlalu dekat.

Tayang:
Science Photo Library
Komodo 

Heru Rudiharto, pengelola TNK di tahun itu, seperti diberitkan harian Kompas, mengatakan, faktor kunci yang membuat komodo bertahan melintasi zaman adalah tingginya kemampuan adaptasi reptil ini.

"Komodo itu fleksibel. Pada zaman purba, makanan utamanya stegodon. Ketika stegodon punah, dia pindah ke rusa, kerbau, bahkan ada yang makan serangga," kata Heru.

Menurut dia, di TNK terdapat empat pulau yang dihuni komodo, yaitu Pulau Nusa Kode, Gili Motang, Rinca, dan Komodo.

Pulau Rinca dan Komodo masih menyediakan makan berlimpah, seperti kerbau, rusa, bahkan kuda liar, buat komodo.

Namun, di Nusa Kode dan Gili Motang makanan untuk komodo terbatas.

"Rusanya sedikit, kerbau sama sekali tidak ada," jelasnya.

Di dua pulau ini, komodo memangsa serangga, burung, tikus, dan kadal.

"Akibat keterbatasan mangsa, tubuh komodo di dua pulau ini lebih kecil dibandingkan dengan di Pulau Komodo dan Rinca,” katanya.

Ukuran komodo di Nusa Kode dan Gili Motang rata-rata 2 meter.

Berbeda dengan komodo di Pulau Komodo dan Rinca yang ukurannya rata-rata 3 meter.

"Ini adaptasi, tetapi ke depannya mungkin evolusi," katanya.

Daya hidup komodo ini agaknya ditempa oleh tingkat persaingan yang sangat tinggi di antara mereka.

Komodo termasuk binatang kanibal alias saling memangsa.

Bahkan, sejak menetas dari telur, mereka harus segera lari dan hidup di pepohonan sampai tiga tahun agar tidak dimangsa induknya.

Heru mengungkapkan, kompetisi untuk hidup di antara komodo sangat keras sejak lahir hingga dewasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved