Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenal Komodo, Kadal Raksasa Paling Berbahaya di Dunia

Menurut dia, warga Kampung Komodo sudah melarangnya agar tidak mengambil gambar terlalu dekat.

Tayang:
Science Photo Library
Komodo 

Dari 30 butir telur, biasanya sebagian besar menetas, tetapi yang bertahan hidup sampai usia setahun hanya beberapa.

Lebih sedikit lagi yang bertahan sampai dewasa.

”Jadi, komodo yang bertahan hidup hanya yang benar-benar tangguh,” katanya.

Walaupun pergerakannya relatif lambat dibandingkan dengan mangsanya, komodo merupakan binatang yang mahir mengendap dan sangat sabar menunggu mangsa melintas.

Begitu mangsa melintas di dekatnya, komodo menggigitnya.

Sekali sang mangsa terkena gigitannya, ibaratnya tinggal menunggu ajal.

Ada sekitar 60 hingga 80 jenis bakteri dalam air liur komodo, dan beberapa di antaranya meracuni darah.

Dengan mengandalkan daya penciuman tajam, komodo akan terus mengikuti pergerakan mangsa yang terluka.

Begitu mangsa itu tersungkur dan tak bisa jalan lagi, komodo langsung menerkamnya.

Manusia juga beberapa kali menjadi korban keganasan komodo.

Dalam catatan TNK hingga 20012, sejak 1987 sampai sekarang, ada 16 kasus orang digigit komodo.

Empat orang di antaranya tewas.

Terakhir, seorang petugas keamanan TNK digigit pada November 2011, dan meninggal pada Mei 2012.

Lebih dari itu, lanjut Heru, komodo juga punya kemampuan berkembang biak meski tanpa melalui proses perkawinan atau parthenogenesis.

Seekor komodo di kebun binatang di London, Inggris, ditemukan bertelur dan menetas, tanpa ada pembuahan dari komodo jantan. (KOMPAS.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved