Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KEAJAIBAN Saat Hafiz Cilik yang Tak Bisa Berjalan Bertemu Tukang Parkir Bisu

KEAJAIBAN Saat Hafiz Cilik yang Tak Bisa Berjalan Bertemu Tukang Parkir Bisu. Alana tertegun memandang seorang juru parkir di Banjarnegara Jateng.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/khoirul muzaki
Alana bocah cilik yang mengalami kelainan di kaki, kini sudah usia 7 tahun. Dia sudah hafal Alquran 10 juz. Alana sukses mewujudkan citanya, tampil pada audisi hafiz yang ditayangkan televisi, serta bertemu tokoh idola, Syeh Ali Jaber. 

"Saya ingin mewujudkan keinginan anak saya masuk televisi. Saya mencari guru ngaji tapi yang gratis, karena saya tak punya uang untuk membayar," katanya.

Karena tak punya kendaraan, suami Darsiah meminjam sepeda motor saudara. Mereka berkeliling desa dan kecamatan untuk mencari guru atau lembaga hafiz.

Karena tak kunjung ketemu, mereka beristirahat di sebuah masjid di Kecamatan Purwanegara.

Dari rumah, mereka hanya berbekal uang saku Rp 20 ribu untuk membeli bensin. Tak diduga, Alana malah memasukkan uang jatah bensin itu ke kotak amal masjid.

"Saya tanya ke Alana, uang itu kan untuk beli bensin kenapa dimasukkan ke kotak. Dia jawab tidak apa-apa untuk beramal," katanya.

Di tengah perjalanan, bahan bakar menipis. Mereka kehabisan uang untuk membeli bensin.
Keluarga itu akhirnya mampir ke masjid untuk salat Zuhur.

Tak dinyana, Darsiah menemukan uang Rp 100 ribu di tempat wudu. Ia memberikan uang itu ke takmir masjid agar dikembalikan ke pemiliknya.

Setelah diumumkan selepas salat jamaah, tidak ada peserta jamaah yang mengakui memiliki uang itu.

"Karena tidak ada yang kehilangan, suami saya bilang, mungkin itu rizki yang diturunkan oleh Allah untuk kita," katanya.

Akhirnya perjalanan keluarga kurang mampu ini sampai di Lembaga Hafiz Alquran di gedung mewah.
Darsiah mendaftarkan putranya ke lembaga itu, meski tak yakin mampu membayar biaya pendidikannya.

Tak disangka, lembaga itu ternyata menggratiskan biaya pendidikan untuk Alana. Sayangnya, Alana hanya sempat belajar menghafal di tempat itu selama seminggu.

"Pendidikannya gratis, tapi transportasi angkutan umum dari rumah ke sana juga butuh biaya. Sehari sekitar Rp 6 ribu, saya tidak sanggup akhirnya terpaksa berhenti di tengah jalan," katanya. (Tribun Jateng/Khoirul Muzakki)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved