Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bertekad Hancurkan Marawi untuk Tumpas Teroris ISIS, Presiden Filipina Duterte Minta Maaf

Presiden Filipina Rodrigo Duterte nyatakan kebulatan tekad menghancurkan Marawi. Tujuannya, menumpas teroris yang berkiblat ke ISIS di wilayah itu.

Tayang:
Editor: rika irawati
AFP/TED ALJIBE
Presiden Rodrigo Duterte menghibur istri seorang personel marinir yang gugur dalam pertempuran di Marawi menghadapi militan Maute. Sejauh ini, sudah 58 tentara Filipina tewas dalam baku tembak di Marawi. 

Ratusan warga sipil masih diyakini terjebak di daerah yang dikuasai militan, data tersebut dilansir pihak pemerintah, dan juga pekerja bantuan.

Duterte mengatakan, pasukan darat akan kalah dalam pertempuran jika bertempur tanpa dukungan udara.

"Militer mengatakan, jika kita tidak menggunakannya (bom), kita akan terseret lebih dalam lagi, kita akan selesai," kata Duterte.

"Jika kita tidak menggunakannya, tentara kita semua akan terbunuh."

Beberapa jam sebelum Duterte berbicara, pesawat Philippine OV-10 Bronco terlihat melakukan serangan ke Marawi, diikuti ledakan yang memekakkan telinga.

Enam puluh dua tentara tewas dalam konflik tersebut, termasuk 10 orang tewas dalam sebuah pengeboman.

Telah tercatat, tiga polisi dan 26 warga sipil yang juga sekarat dalam konflik tersebut, dengan 19 warga meninggal karena penyakit di kamp-kamp pengungsian.

Pemerintah telah melaporkan, 258 teroris terbunuh, termasuk seorang Chechnya, seorang Libya, Malaysia, dan orang asing lain.

Menurut pihak berwenang, pemimpin utama militan, termasuk seorang Filipina yang menjadi buronan paling dicari Pemerintah AS, masih berada di Marawi. (kompas.com)

Berita ini telah tayang di Kompas.com, Selasa (20/6/2017), dengan judul: Terpaksa Hancurkan Kota Marawi, Presiden Duterte Minta Maaf

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved