Aplikasi Jelajah Beri Informasi Lokasi Wisata Cagar Budaya
Connecting History Around You. Satu kalimat tersebut adalah tagline yang dibuat oleh Muhammad Mirza (23), untuk aplikasi besutannya JELAJAH
Penulis: faisal affan | Editor: iswidodo
Ke depannya, Mirza ingin aplikasi ini bisa memberikan poin dari setiap lokasi yang dikunjungi oleh pengguna. Dan poin tersebut bisa diubah menjadi diskon, untuk membeli oleh-oleh khas dari Kota atau kabupaten yang sudah dikunjungi.
Lokasi tepat
Di lain tempat, Elsafitri Damayanti (21), satu di antara pengguna aplikasi Jelajah mengatakan, iseng ingin mencoba aplikasi ini karena tertarik dengan user interface yang sudah ditunjukkan oleh Mirza. Setelah mencoba aplikasi Jelajah, wanita yang kerap dipanggil Elsa ini, mendapatkan berbagai referensi tempat wisata sejarah baru yang belum pernah ia kunjungi, sekaligus mendapatkan edukasi tentang sejarah tempat tersebut.
"Lumayan lah dapat referensi tempat baru. Lalu aplikasi ini juga memberikan informasi dan deskripsi sejarah tentang tempat-tempat yang saya kunjungi," terangnya.
Masih menurut Elsa, aplikasi Jelajah yang baru dikenalnya ini memiliki beberapa fitur menarik. Di antaranya bisa membagikan tempat bersejarah yang sudah dikunjungi, mengulas tentang kondisi tempat bersejarah tersebut, serta terdapat petunjuk arah untuk menuju ke tempat tersebut. Selama menggunakan aplikasi ini, Elsa tak pernah mengalami masalah yang berarti.
"Pas digunakan di ponsel saya semua berjalan dengan lancar. Upload fotonya cepat, dan tepat mendeteksi lokasi saya," imbuh wanita yang saat ini bekerja sebagai software engineer ini.
Saat Elsa berkunjung ke Jogja, ia sempatkan untuk mencoba aplikasi Jelajah ini. Dan benar, ia menemukan tempat bersejarah di Jogja, yakni, Taman Sari dan Keraton Jogja. Namun, di sana Elsa mengatakan, belum menemukan deskripsi dari kedua tempat ini. Ia hanya bisa check in, sebagai tanda jika Elsa telah menyambangi dua tempat tersebut.
Elsa begitu merasakan manfaat dari aplikasi ini. Menurutnya, sejak beberapa kali menggunakan Jelajah, ia jadi mengetahui bahwa Lawangsewu, Tugu Muda, dan Sam Poo Kong bukan hanya tempat untuk berswafoto. Namun, ada nilai sejarah yang harus dipahami, dan sebagai generasi penerus, Elsa juga memiliki tanggung jawab turut serta menjaga tempat bersejarah, agar tetap bisa dinikmati untuk generasi yang akan datang.
"Berkat aplikasi ini, sekarang semua orang yang menggunakannya bisa mendapatkan edukasi, sekaligus tempat wisata yang sarat akan sejarah. Saya juga menjadi tergugah untuk ikut serta menjaga tempat bersejarah, agar tetap bisa diketahui oleh generasi mendatang," pungkasnya. (tribunjateng/afn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aplikasi-jelajah-buatan-mirza-mahasiswa-udinus_20170704_113759.jpg)