FOCUS
Menjaga Situs Purba Banjarejo
Penemuan fosil Stegodon atau gajah purba di Banjarejo, Grobogan, Jawa Tengah membuka peluang daerah ini makin dikenal di forum arkeologi internasional
Penulis: Erwin Ardian | Editor: bakti buwono budiasto
Memang, Pemerintah Daerah Grobogan sudah merespon dengan meluncurkan Banjarejo sebagai Desa Wisata Purbakala dan Budaya pada 27 Oktober 2016.
Namun apakah itu sudah cukup?
Kondisi saat ini temuan-temuan fosil itu masih berada di lahan pribadi milik warga setempat.
Bahkan koleksi fosil yang sudah tak tertampung lagi di rumah Lurah Banjarejo kini terkesan tak terurus.
Saking banyaknya, koleksi fosil berusia jutaan tahun yang tak ternilai harganya itu hanya diletakkan di teras dan emper rumah.
Perlu tempat yang representatif untuk menampung temuan ini.
Toh ironis rasanya jika benda-benda itu sudah aman selama jutaan tahun, namun justru terbengkalai setelah ditemukan.
Pengelolaan lahan secara komperehensif sangat vital untuk kelangsungan Banjarejo sebagai situs penting.
Wacana pembuatan museum lapangan di Banjarejo yang disambut hangat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo semoga membawa angin segar untuk Banjarejo. (tribunjateng/cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penemuan-fosil-gajah-raksasa-stegodon-di-banjarejo-grobogan-gegerkan-dunia_20170721_075335.jpg)