Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Buah Bibir

Nailah, Terkenang Jadi Anak Rantau di Semarang

Perjuangan hidup sebagai anak rantau ternyata sangat berbekas bagi gadis bernama lengkap Nailah (22).

Penulis: Nur Rochmah | Editor: bakti buwono budiasto
Mahasiswa
Naila 

TRIBUNJATENG.COM - Perjuangan hidup sebagai anak rantau ternyata sangat berbekas bagi gadis bernama lengkap Nailah (22).

Baginya, menjalani kehidupan sebagai anak perantauan sangat menyenangkan.

Masa rantau itu pernah dirasakannya saat menjalani kuliah S1 di Kota Semarang.

Di masa tersebut, ia belajar banyak hal tentang hakikat dari perjuangan hidup.

Naila
Naila (ISTIMEWA)

Hal itu, membuatnya semakin belajar bagaimana mengemban tanggung jawab, kepercayaan, dan menjadi pemimpin yang baik untuk dirinya sendiri.

"Saya bersyukur karena pernah mengalami masa perantauan. Karenanya saya jadi mengenal dan memahami pengetahuan tentang kebhinekaan. Selain itu saya jadi makin tahu berbagai macam jenis karakter manusia," kata dara kelahiran Kudus, 26 September 1994 itu pada Tribun Jateng, Minggu (23/7).

Meski hidup jauh dari orangtua, Ila sapaan akrab Nailah, tampaknya memanfaatkan waktunya dengan sangat baik.

Selain belajar, dalam perkuliahan ia juga ikut aktif dalam organisasi mahasiswa dan kegiatan kepenulisan.

Naila
Naila (ISTIMEWA)

Ila aktif dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lingkup fakultas selama tiga periode.

Dalam periode terakhinya, ia dipercaya untuk jadi Wakil Ketua BEM.

Prestasi lainnya, ia juga pernah terbang ke Korea dalam program CISAK (Conference of Indonesian Students Association in Korea) di tahun 2015.

Dalam ranah kepenulisan, Ila pernah dapat penghargaan jadi honorable mention essay dan sempat ikut program penulisan mahasiswa di FIB Undip 2015.

"Di beberapa masa saya juga sempat mengalami kendala. Yakni perasaan takut yang muncul dari dalam diri saya sendiri. Kendati begitu, orangtua yang menjadi alasan saya selalu bangkit dikala masa sulit itu terjadi," ujar gadis lulusan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip), yang lulus tepat empat tahun dengan IPK 3,60.

Saat ini, Ila sedang disibukkan oleh persiapan kuliahnya ke jenjang Pascasarjana (S2) di Jurusan Kajian Gender, Universitas Indonesia (UI).

Itu merupakan satu di antara mimpinya yang sudah ia capai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved