Berita Semarang
Wanita Plus Size Tak Perlu Insecure di Hari Pernikahan, Ada Nadya Sriningrum
Nadya Sriningrum Sanyoto (45) sudah paham betul bahwa bagi sebagian perempuan bertubuh besar, hari pernikahan tidak selalu
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Nadya Sriningrum Sanyoto (45) sudah paham betul bahwa bagi sebagian perempuan bertubuh besar, hari pernikahan tidak selalu datang bersama rasa percaya diri.
Gaun pengantin yang seharusnya menjadi simbol perayaan sering justru menjadi sumber kecemasan: takut terlihat gemuk, takut salah potong, takut tubuhnya tak cocok dengan gaun impian.
Selama 21 tahun berkecimpung di dunia bridal, perempuan kelahiran Semarang itu berulang kali mendengar pertanyaan yang sama dari calon pengantin plus size.
“Ci, ada enggak ya gaun seukuran saya?, tapi nanti kelihatan tambah gede enggak?” ujarnya menirukan customernya, dikutip Tribunjateng, Minggu (25/1/2026).
Dari keresahan itulah Nadya mulai menyadari bahwa gaun pengantin bukan sekadar busana. Ia adalah medium kepercayaan diri.
Termasuk bagi perempuan bertubuh besar, kepercayaan diri itu sering kali harus diperjuangkan lebih keras.
Dari keresahan itulah, workshop dengan nama Nadya Bridal di Jalan Jambu Raya Nomor 5, Lamper Kidul, yang dia kelola memilih jalur berbeda.
Jalur yang tidak banyak diambil desainer bridal yakni merancang gaun pengantin dimana tidak menyembunyikan tubuh, melainkan merayakannya.
Melalui koleksi terbarunya bertajuk “Elegant Beyond Size”, Nadya ingin membuktikan bahwa plus size tidak identik dengan sederhana, apalagi membatasi diri.
Baca juga: Deodoran Jadi Alat RN Selundupkan Tembakau Gorila ke Lapas Ambarawa
Baca juga: Sosok Abdul Suyono Kades Karangrowo Pati, Desanya Kebanjiran Malah Ikut Pemerasan Bareng Sudewo
“Plus size itu bukan berarti enggak bisa glamour. Tetap bisa cantik, tetap elegan, dan tetap proporsional,” katanya.
Perjalanan Nadya di dunia bridal dimulai dari rias pengantin. Ia tumbuh dari lingkungan keluarga yang sudah lebih dulu bergelut di dunia desain.
Awalnya, ia hanya membantu merias. Namun setelah mulai menangani pengantin secara penuh, fokusnya perlahan bergeser ke desain gaun.
Dari sana, kariernya terus berjalan hingga kini menginjak tahun ke-21.
Bertahan selama dua dekade bukan perkara mudah, apalagi di tengah menjamurnya desainer muda.
Namun Nadya mengandalkan pengalaman dan tim yang solid. Ia memilih bekerja dengan tim lama yang sudah memahami ritme dan standar kerjanya.
| Kisah Lengkap Pungli Linmas Pekunden Semarang |
|
|---|
| Bank Sampah Alamanda di Gunungpati Dapat Apresiasi Wali Kota, Diharap Jadi Prototipe bagi Ribuan RW |
|
|---|
| Meski Diguyur Hujan Lebat, Tradisi Nyadran di Makam Tlumpak Semarang Tetap Berjalan |
|
|---|
| Kabar Baik, Lubang di Turunan Gombel Semarang Sudah Ditambal, Relawan: 5 Pemotor Jadi Korban |
|
|---|
| Sosok Nila Dianti, Membumikan Seni Peran bagi Beragam Kalangan di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260125_Nadya-Sriningrum-Sanyoto.jpg)