PT Investree Radhika Jayayang Siap Beri Pinjaman UMKM Hingga Rp 2 miliar
PT Investree Radhika Jayayang bergerak di bidang financial technology (fintech) resmi melakukan ekspansi ke Jawa Tengah, Selasa (25/7).
Penulis: m zaenal arifin | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Investree Radhika Jayayang bergerak di bidang financial technology (fintech) resmi melakukan ekspansi ke Jawa Tengah, Selasa (25/7).
Perusahaan peer-to-peer (P2P) lending marketplace ini memberikan fasilitas pinjam meminjam bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan juga perorangan.
Co-Founder dan CEO Investree Adrian Gunadi menargetkan mampu menyalurkan pinjaman hingga Rp 50 miliar di Jawa Tengah pada 2017 ini.
"Target yang harus kami fasilitasi di Jawa Tengah ini sampai Rp 50 miliar. Itu sampai akhir 2017. Jika dibuat rata-rata, setiap UMKM nanti mengambil pinjaman Rp 200 juta hingga Rp 250 juta," kata Adrian.
Ia menjelaskan, pinjaman untuk UMKM mulai dari Rp 50 juta-Rp 2 miliar. Akan tetapi, untuk nominal pastinya akan dilihat dulu dari permohonan yang diajukan.
Dikatakannya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, terdapat peningkatan jumlah UMKM di Jawa Tengah secara signifikan. Saat ini terdapat lebih dari 40 ribu UMKM di Jateng. Jumlah tersebut merupakan potensi yang besar untuk dieksplorasi.
Sedangkan untuk peminjam perorangan, pihaknya akan bekerjasama dengan HRD perusahaan kaitannya dengan sistem pembayaran melalui payroll secara langsung.
"Batas pinjaman perorangan mulai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta," lanjutnya.
Untuk pengelolaan dana, katanya, Investree juga telah bekerjasama dengan bank rekanan yaitu Bank Danamon dalam hal sistem manajemen kas berupa fasilitas automatic payment dan automatic posting, sehingga mempercepat proses pemberian pinjaman kepada peminjam.
Hingga saat ini, Investree membukukan catatan total fasilitas pinjaman sebesar Rp 237 miliar dengan nilai pinjaman yang tersalurkan sebesar Rp 187 miliar dan nilai pinjaman lunas sebesar Rp 144 miliar. Sedangkan tingkat pinjaman gagal bayar, 0 persen. Ditargetkan hingga akhir 2017, transaksi secara nasional mencapai Rp 400 miliar.
Kebanyakan peminjam di Investree masih merupakan pemain bisnis kecil dan menengah dari kategori kreatif, sehingga dapat dikatakan mayoritas pendanaan yang dilakukan melalui platform Investree disalurkan untuk membantu pengembangan usaha di bidang tersebut.
Diawasi
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jateng-DIY, Moch Ihsanudin mengatakan jika Investree sudah terdaftar di OJK.
Namun pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap Investree selama setahun ke depan untuk melihat usaha yang dijalankan yaitu pinjam meminjam uang berbasis teknologi.
"Setahun ini perjalanan seperti apa. Jika merugikan investor atau pemberi pinjaman, izin usahanya tidak akan diberikan. Jadi baru terdaftar, izin usaha nanti setelah setahun berjalan," kata Ihsanudin, usai peresmian Investree di Hotel Aston Semarang.
Sebagai lembaga pengawas, OJK memposisikan diri memberikan perlindungan kepada investor dan penerima pinjaman, baik perorangan maupun perusahaan.
Hanya, karena sistemnya yang membidik pemberian pinjaman kepada UMKM, Ihsanudin meminta Investree untuk bekerjasama dengan perbankan dan badan ekonomi kreatif (Bekraf). (tribunjateng/cetak/nal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-investasi_20170123_233742.jpg)