Sejumlah Perusahaan di Kota Semarang Pailit, Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Naik
Hal itu disebabkan karena pailitnya sejumlah perusahaan yang memiliki sedikitnya 598 pegawai di wilayahnya
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pailitnya sejumlah perusahaan di Kota Semarang, mendorong meningkatnya pembayaran klaim jaminan hari tua (JHT).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Yosef Rizal mengatakan, pembayaran JHT pada semester I 2017 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Hal itu disebabkan karena pailitnya sejumlah perusahaan yang memiliki sedikitnya 598 pegawai di wilayahnya.
"Kami tetap bayarkan JHT-nya karena itu hak mereka, sehari itu rata-rata kita bayarkan Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar," jelas dia, Jumat (25/8/2017).
Dia menjelaskan, sejumlah perusahaan yang pailit tersebut di antaranya yakni Multicon 30 orang pegawai, Mulya Garmindo 212 orang, City Life Music 31 orang, dan Anggun Indonesia 325 orang.
"Ada yang memang karena perusahaannya pailit sehingga ditutup. Tapi ada juga yang karena investornya lari," jelasnya.
Satu perusahaan yang kabur itu, yakni Anggun Indonesia yang sebelumnya menyisakan iuran pembayaran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 55 juta.
Namun setelah melakukan penagihan, akhirnya sisa pembayaran tersebut dilunasi pada hari Jumat (25/8/2017) ini.
"Hari ini pembayaran iurannya dilunasi, karena kemungkinan mereka masih memiliki aset di sini," ujarnya.
Adapun, pembayaran JHT pada semester I-2017 mencapai sekitar Rp 41 miliar, naik sekitar Rp 1 miliar dibandingkan dibandingkan periode yng sama tahun lalu.
Kemudian untuk klaim Jaminan Pensiun (JP) yang pada semester I-2016 Rp 34 juta, naik menjadi Rp 178 juta pada semester I-2017 ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bpjs-hotline-hps_20151010_103558.jpg)