Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wah, Ujian Calon TKI Jateng ke Korsel Kini Pakai Sistem Komputer

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) meresmikan ruang Computer Based Test (CBT) di kantor BP3TKI Semarang

Penulis: hermawan Endra | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) meresmikan ruang Computer Based Test (CBT) di kantor BP3TKI Semarang, Rabu (6/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) meresmikan ruang Computer Based Test (CBT) di kantor BP3TKI Semarang, Rabu (6/9/2017).

Melalui inovasi tersebut proses ujian tidak lagi menggunakan kertas namun lewat komputer.

Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro mengungkapkan, antusias Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk berkarir di Korea terus menunjukan peningkatan.

Tercatat, lewat program government to government (G to G) pada tahun 2016 telah ditempatkan sebanyak 5.662 orang dari kuota sebesar 4.400 orang ( 128,68 %) yang terdiri dari penempatan reguler sebanyak 5.082 orang (115,5 %) dan reentry sebanyak 580 orang (13,18 %).

Baca: Duh, Selain Rumah, Uang Rp 25 Juta Milik Darto Juga Ludes Terbakar

Di tahun 2017 ini BNP2TKI mendapatkan kuota untuk penempatan TKI manufacture sebanyak 5.200 orang dimana sampai dengan tanggal 30 Agustus 2017 penempatan TKI ke Korea telah menunjukan jumlah 2.408 orang.

"Diharapkan dengan adanya Tes CBT ini baik manufacture maupun fishing akan dapat mempercepat proses penempatan TKI ke Korea," imbuhnya.

Jika dilihat dari sisi pengiriman uang, selama 2016 melalui perbankan ada kiriman dari Korea sebesar Rp. 2,681 triliun.

Sedangkan untuk pengiriman uang TKl Korea pada 2017 sampai dengan Juni sudah mencapai Rp 1,049 triliun.

Baca: Jemaah Haji Asal Klaten Meninggal di RS Al Wadi Mina Arab Saudi

"Hal ini yang dapat terpantau melalui transaksi perbankan, belum termasuk yang dititipkan kepada teman atau saudara yang pulang ke lndonesia atau tidak melalui transaksi perbankan lainnya," ujarnya.

Dijelaskannya, kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Selatan dalam penempatan TKI ke Korea Selatan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Khususnya dalam bidang ekonomi baik langsung maupun tidak langsung, serta meningkatkan pertumbuhan usaha kecil dan menengah bagi para TKl purna dan keluarganya.

Saat ini pemerintah Indonesia mengharapkan kerjasama Indonesia dengan korea tidak hanya pada sektor manufaktur, fishing, konstruksi, pertanian, dan services.

Baca: Duh, Baru 20 Persen UKM di Jateng yang Ekspor Produknya

Namun meluas hingga sektor hospitality dan perawat dimana lndonesia mempunyai potensi yang besar dalam penyediaan Tenaga Kerja tersebut.

Direktur EPS Center Indonesia - HRD Korea, Jang Byunghyun, menjelaskan, dalam meningkatkan penempatan TKI ke Korea, Pemerintah Korea dalam hal ini HRD Korea telah memberikan bantuan dua ruang kelas untuk tes bahasa Korea sistem CBT dan 80 komputer untuk perangkat ujian ke BP3TKI.

Dengan bantuan tersebut diharapkan akan dapat mempercepat proses penempatan TKl ke Korea dengan lebih efisien.

Selain itu juga dapat mengurangi antrean ujian secara massal.

Baca: Kapolres Brebes Larang Masyarakat Ikut Aksi di Borobudur

Namun, dengan CBT, hasil ujian dapat diketahui dengan segera sehingga prosesnya menjadi lebih mudah, murah dan cepat.

BN2TKI berharap bantuan ini tidak hanya dilakukan di BP3TKI semarang, namun dapat diberikan kepada BP3TKl lainnya antara lain BP3TKl Bandung dan LP3TKI Surabaya.

Sehingga memberikan kemudahan, kecepatan dan kelancaran serta efisiensi dalam proses penempatan TKI ke Korea.

Kepala BP3TKI Semarang, Suparjo berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk melaksanakan CBT.

Dia berharap lewat inovasi ini mampu meningkatkan kualitas calon TKI, khususnya yang berasal dari Semarang dan sekitarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved