Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Status Gunung Agung Naik Menjadi Waspada, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 3 Km dari Kawah

PVMBG Badan Geologi menaikkan status Gunung Agung dari level normal ke level waspada. Warga dilarang beraktivitas di radius 3 Km dari kawah gunung.

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
tagana.kemsos.go.id
KAWAH GUNUNG MERAPI di perbatasan provinsi DIY dan Jawa Tengah.(ILUSTRASI) 

"Daerah yang berpotensi terancam jatuhan piroklastik dapat tersebar di sekeliling Gunung Agung tergantung pada arah angin. Dengan kondisi aktivitas seperti saat ini, apabila terjadi letusan, potensi bahaya diperkirakan masih berada di area tubuh Gunung Agung yang berada di lereng Utara, Tenggara, dan Selatan gunung," jelasnya.

Sementara itu, ancaman bahaya secara langsung berada di daerah utara gunung, seperti di daerah aliran sungai Tukad Tulamben, Tukad Daya, Tukad Celagi yang berhulu di area bukaan kawah, Sungai Tukad Bumbung di Tenggara, Pati, Tukad Panglan, dan Tukad Jabah di Selatan Gunung Agung berpotensi terhadap bahaya aliran piroklastik dan lahar. Jika erupsi efusif berupa aliran lava Gunung Agung.

Badan Geologi mencatat, Gunung Agung yang meletus pada 12 Maret 1963 berskala VEI 5, dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 km di atas puncak Gunung Agung dan disertai oleh aliran piroklastik yang menghancurkan beberapa desa di sekitar. VEI merupakan skala pengukuran relatif letusan gunung.

"Gunung Agung dengan VEI 5 dideskripsikan mengalami erupsi sangat besar. Saat itu, letusan menewaskan sekitar 1.100 jiwa yang sebagian terkena aliran lahar," tandasnya.

(Baca: Terdengar Suara Guguran di Lereng Merapi, Apa yang Terjadi?)

Aktivitas Gunung Agung selesai pada tanggal 27 Januari 1964 dan menyisakan kawah dengan diameter 500 meter. dan kedalaman hingga 200 meter.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing pada hal-hal yang menyesatkan. Letusan gunung bersifat slow on set.

"Artinya, tidak seketika meletus namun selalu mengeluarkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik sebelumnya sehingga PVMBG dapat menetapkan rekomendasi lebih lanjut," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved