GEGER Kredit Macet di BKK Pringsurat Mencapai 90 Persen, Ada Apa Ini?

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi desak pengusutan dugaan penyimpangan di BKK Pringsurat Temanggung

GEGER Kredit Macet di BKK Pringsurat Mencapai 90 Persen, Ada Apa Ini?
tribunjateng/dok
ilustrasi uang rupiah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – DPRD Jawa Tengah mendesak pihak terkait mengusut tuntas adanya temuan kredit macet mencapai 90 persen di Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, pengusutan harus dilakukan secara hukum karena penyimpangan yang ada sudah tak bisa ditoleleransi.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, ini uang rakyat. Kasus ini harus diusut tuntas secara hukum biar jelas siapa saja yang terlibat," ungkap Rukma Setyabudi di Semarang, usai melakukan kunjungan kerja ke BKK Pringsurat, Selasa (3/10/2017).

Rukma Setyabudi Ketua DPRD Jateng hadir di Tribun Jateng dalam Forum Diskusi di Kantor Redaksi Tribun Jateng, Rabu 22 Maret 2017
Rukma Setyabudi Ketua DPRD Jateng hadir di Tribun Jateng dalam Forum Diskusi di Kantor Redaksi Tribun Jateng, Rabu 22 Maret 2017 (tribunjateng/hermawan handaka)

Diungkapkannya, berdasarkan data yang diberikan pihak BKK Pringsurat, total aset pada bulan Agustus 2017 sebesar Rp 85,376 miliar. Sementara total kreditnya pada bulan yang sama sebesar Rp 107,311 miliar.

“Dari data itu saja kelihatan tidak benar, masa nilai kreditnya lebih besar dari nilai asetnya,” katanya.

Pihaknya akan segera memanggil pihak terkait terutama pemegang saham, yakni Biro Perekonomian Pemprov Jateng, Dewan Pengawas, direksi, serta pihak lainnya.

Dijelaskan Rukma, laporan-laporan yang diberikan pihak BKK terlihat sangat sistematis namun tidak masuk akal. Tapi, ini berlangsung dalam kurun waktu cukup lama dan baru terbongkar pada April 2017.

“Nggak mungkinlah Tahun 2016 masih untung, Januari 2017 dilaporkan rugi Rp 3,7 miliar, kok bisa bulan Agustus 2017 ruginya mencapai Rp 37 miliar, itu nggak mungkin,” tegasnya.

Sementara saat ini, pihak BKK justru meminta suntikan dana untuk mengembalikan dana masyarakat yang tersimpan di BKK Pringsurat, dan beroperasi lagi mulai dari awal.

Halaman
12
Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved