Menikmati Bangunan Hingga Loko Uap di Pabrik Gula Cepiring yang Berumur 182 Tahun
Dalam pabrik seluas 26 hektar, pengunjung langsung disuguhkan kemegahan puluhan bangunan peninggalan zaman Belanda.
Penulis: dini | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatinungrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Suasana sejuk terasa saat memasuki Kawasan Industri Gula Nusantara di Jalan Kali Aji, Kecamatan Cepiring meski cuaca terik.
Dalam pabrik seluas 26 hektar, pengunjung langsung disuguhkan kemegahan puluhan bangunan peninggalan zaman Belanda.
Tidak hanya bangunan pabrik yang dikenal Pabrik Gula Cepiring saja namun juga bangunan rumah di sekitar yang juga kuno.
Delapan loko uap yang berjejer di halaman gedung kantor Pabrik Gula Cepiring yang berumur 182 tahun itu menambah kesan heritage dalam kawasan.
Baca: Untuk Warga Kabupaten Semarang, Hubungi Lima Nomor Ini Jika Terjadi Bencana
Tidak ada aktifitas pekerjaan dalam pabrik, hanya ada beberapa petani tebu dan warga yang melintas.
Walau demikian, tidak membuat sejumlah pelajar SMA Negeri Dua Kendal.
Sisca Ayu Novianti dan teman-temannya nampak asik swafoto dengan latar belakang bangunan pabrik.
Sisca mengaku senang jika pabrik yang sementara tidak beroperasional ini dijadikan kawasan wisata.
Sebab, dia bisa mengexplore lebih jauh tentang bangunan sejarah tersebut.
Baca: Waduh, Ada 10 Kecamatan Rawan Longsor di Kabupaten Semarang, Ini Datanya
"Saya juga penasaran dengan sejarah pabrik ini selain itu juga bisa foto-foto dengan latar bangunan kuno jadi gak perlu pergi ke Kawasan Kota Lama di Semarang, "ungkapnya.
Humas PT IGN Artur Alexander Thies mengatakan sejak berhenti operasional akhir 2015, pihaknya tidak ada pemasukan sehingga muncul ide membuka agro wisata untuk masyarakat umum.
"Sebenarnya ide itu sudah lama tapi baru terealisasi minggu lalu, " katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pabrik-gula-cepiring_20171006_174504.jpg)