Breaking News:

Duh, Koridor I BRT Trans Semarang Paling Banyak Keluhan, Warganet : Dalemnya Aja Kotor

Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang mengevaluasi pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang

Penulis: galih permadi | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/HEMAWAN HANDAKA
TUGU MUDA- Bus BRT Trans Semarang sedang melintas di kawasan Tugu Muda Semarang, Desember 2013. 

Keluhan terhadap pelayanan sopir menjadi keluhan terbanyak yakni 95 keluhan.

Baca: Sepulang dari Tanah Suci, 8 Jemaah Haji Kudus Diduga Terkena MERS

"Sopir masih dianggap sering ugal-ugalan, mereobos lampu merah, merokok di dalam bus, dan berkata kasar," ujarnya.

Keluhan selanjutnya terkait tidak merapatnya bus ke shelter (meninggalkan penumpang), komplain terkait petugas tiket, dan terkait kondisi bus.

"Terkait komplain tersebut, kami sudah memblack list 22 nama sopir dan mengeluarkan 28 petugas tiket yang terbukti melanggar SOP (Standar Operasional Prosedur) dari tingkat berat sampai mereka yg terbukti mencoba untuk berbuat curang," kata Ade.

Sanksi yang diberikan, lanjut Ade, diharapkan supaya sopir dan petugas tiket yang masih bertugas untuk memberikan pelayanan yang baik dan sesuai SOP.

"Kami tidak main-main dengan bentuk pelanggaran. Dulu dikatakan manajemen BRT ada pembiaran terhadap karyawan yang 'tidak beres', kini tidak lagi anggapan seperti itu," ujarnya.

Baca: Tutup Jalan Desa, Satpol PP dan Komisi B DPRD Kudus Segel PT SJB

Ade mengatakan pendapatan BRT kini sudah mencapai di kisaran Rp 72 juta-Rp 84 juta per hari.

"Awal bulan april kemarin setelah launching koridor V dan VI pendapatan di angka rata-rata per hari antara range Rp 58 juta-Rp 64 juta. Bahkan beberapa hari pernah menyentuh angka di atas Rp 92 juta. Artinya masyarakat semakin banyak menggunakan BRT," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved