Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Meriahnya Peringatan Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang, Ada Drama Perang hingga Kirab Batik

Ribuan masyarakat Semarang tumplek blek memenuhi kawasan Tugu Muda Semarang pada Sabtu (14/10/2017) malam.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: bakti buwono budiasto
tribun jateng/hermawan handaka
Aksi teatrikal menggambarkan pertempuran lima hari di Semarang yang digelar di kawasan Tugu Muda, Sabtu (14/10/2017) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan masyarakat Semarang tumplek blek memenuhi kawasan Tugu Muda Semarang pada Sabtu (14/10/2017) malam.

Warga Kota Lunpia tumpah ruah di kawasan Tugu Muda untuk menyaksikan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Mereka rela berdesakan demi melihat acara yang digelar tiap tahun oleh Pemkot Semarang itu.

Aksi teatrikal menggambarkan pertempuran lima hari di Semarang yang digelar di kawasan Tugu Muda, Sabtu (14/10/2017) malam.
Aksi teatrikal menggambarkan pertempuran lima hari di Semarang yang digelar di kawasan Tugu Muda, Sabtu (14/10/2017) malam. (tribun jateng/hermawan handaka)

Pun halnya dengan Retno Muji Rahayu dan Nabila Febrina Fajri.

Dua warga Kota Semarang itu rela berdesakan dengan masyarakat lain demi bisa menyaksikan peringatan Pertempuran Lima Hari untuk pertama kalinya.

Baca: Unggah Vlog Saat Bincang dengan Presiden Jokowi, Casey Neistat : Cool Guy

"Ini pertama kali kami melihat peringatan Pertempuran Lima Hari. Kami jadi lebih tahu apa yang terjadi saat itu," ujar Retno.

Acara itu bukan hanya menarik bagi warga Kota Semarang semata. Danis Asprilia, mahasiswi Universitas Wahid Hasyim Semarang dan dua rekannya juga rela duduk berdesakkan dengan warga lainnya.

Acara tersebut menampilkan drama kolosal yang melibatkan pelajara Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa. Antara lain Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang, Universitas Diponegoro, SMK 17 Agustus Semarang serta SMK N 7 Semarang.

Dalam drama kolosal itu dikisahkan, warga Semarang menyambut gembira kabar kemerdekaan Indonesia. Mereka merayakannya dengan cara menari-nari. Namun, Jepang yang telah kalah tidak mau menyerahkan begitu saja persenjataan mereka pada Indonesia.

Baca: Beredar Foto Bocah Kakak Beradik Tidur di ATM Bikin Netizen Trenyuh, Tapi Ada Juga Komentar Gini

Mereka lalu meracuni tandon air dengan sianida.

"Tandon air diracun," ujar pelaku drama.

Aksi teatrikal yang menggambarkan pertempuran lima hari di Semarang di kawasan Tugu Muda, Sabtu (14/10/2017) malam.
Aksi teatrikal yang menggambarkan pertempuran lima hari di Semarang di kawasan Tugu Muda, Sabtu (14/10/2017) malam. (tribun jateng/hermawan handaka)

Di akhir drama, terjadi pertempuran hebat antara pemuda Semarang dengan tentara Jepang. Pertempuran tersebut memakan ribuan korban di kedua belah pihak.

Kirab Batik

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved