Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ganjar Pranowo: Manfaatkan Digital, Orang Bisa Ekspor Produk Meski Nggak Punya Pabrik

Ganjar Pranowo mengatakan meluncurkan program UKM naik kelas untuk bisa mendorong UKM berkontestasi lebih baik.

Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
tribunjateng/raka f pujangga
PENGUKUHAN - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menghadiri pengukuhan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah periode 2017-2020, di Gedung Gradhika Bakti Praja, Selasa (24/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat naik kelas.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan,‎ pihaknya tengah meluncurkan program UKM naik kelas untuk bisa mendorong UKM berkontestasi lebih baik.

"Program ini merupakan program pendampingan untuk UKM. Apa saja yang mereka butuhkan kita dampingi," jelas dia, di sela-sela pengukuhan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah periode 2017-2020, di Gedung Gradhika Bakti Praja, Selasa (24/10/2017).

Ganjar mengatakan, pihaknya telah mendata sejumlah masalah yang masih dialami UKM Jateng.

Satu di antaranya adalah terbatasnya akses pasar sehingga pihaknya menyediakan platform digital yang diberi nama Sadewa Market.

"Kita buat e-commerce untuk UKM ini, Sadewa Market, jadi secara online itu kita bisa pantau," ujarnya.

Dia mengaku, sudah menerima sejumlah keluhan dari pelaku usaha terkait kondisi lesunya ekonomi.

Namun, pihaknya menilai kondisi lesunya ekonomi yang dirasakan karena adanya pergeseran cara membeli sebuah barang secara online.

"‎Kondisi ekonomi yang lesu itu bisa jadi karena kita sedang bermigrasi dari cara bisnis yang konvensional ke digital," ujarnya.

Sehingga pihaknya berharap UKM dapat mengikuti perubahan zaman digital yang berkembang sangat pesat.

Sebagai organisasi pengusaha muda, Hipmi Jateng diharapkan bisa ikut berperan untuk memberikan pendampingan kepada UKM tersebut.

Dia mencontohkan, beberapa perusahaan taksi dan ojek terbesar di Indonesia tidak memiliki armada sama sekali.

"Bahkan, ada pengusaha jilbab yang sudah sampai ke Malaysia karena memanfaatkan digital. Padahal dia tidak punya pabrik," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved