OPINI

Ketika Pensi Telah Menjadi Budaya

Ketika Pensi Telah Menjadi Budaya. Opini ditulis oleh Inawati, S.Pd.,M.Si./Guru SMA Negeri 15 Semarang

tribunjateng/bram
Ketika Pensi Telah Menjadi Budaya. Opini ditulis oleh Inawati, S.Pd.,M.Si./Guru SMA Negeri 15 Semarang 

Opini ditulis oleh Inawati, S.Pd.,M.Si./Guru SMA Negeri 15 Semarang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pentas seni atau yang lebih dikenal dengan singkatan "Pensi" merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pertunjukkan berbagai macam kreatifitasseni yang dilakukan oleh anak-anak sekolah di dalam lingkungan sekolah mereka.

Menurut para ahli, pengertian pentas seni adalah wujud pertunjukkan seni dalam berbagai bentuk, seperti: pertunjukan musik, tarian, drama/teater dan berbagai macam bentuk ktreatifitas seni lainnya yang dilakukan oleh para siswa dan siswi yang bersekolah di dalam sekolah tersebut. Pensi juga bisa ditambah dengan berbagai kegiatan bazar yang dimaksudkan untuk menggalang sejumlah dana yang akan digunakan sebagai bentuk sumbangan sosial.

Adapun jika ditinjau dari tujuan/manfaat pentas seni itu sendiri bagi siswa sebenarnya cukup sederhana, yaitu sebagai sebuah ajang pertunjukan bakat bagi para siswa / siswi untuk menyaluran kreatifitas mereka, serta mendapatkan sebuah panggung pertunjukan yang layak bagi berbagai kegiatan seni yang mereka minati.

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, selama beberapa tahun terakhir ini, kegiatan pensi dan tata cara pelaksanaannya telah berubah secara drastis. Perubahan tersebut bisa dilihat dalam beberapa poin di bawah ini:

Pensi bukan lagi sebuah kegiatan yang dilihat dan dilaksanakan oleh para siswa/siswi sebagai pengisi acara, namun pensi banyak dilaksanakan dengan cara mengundang artis / band papan atas sebagai pengisi acara.

Terkadang pensi tidak lagi hanya diadakan di lingkungan sekolah, namun justru pensi banyak digelar secara besar-besaran selayaknya sebuaah acara konser di tempat umum seperti stadion dan gedung-gedung pertunjukan.

Pensi tidak lagi digelar secara sederhana, namun bisa saja sebuah pensi akan menelan biaya hingga mencapai ratusan juta rupiah di dalam pelaksanaannya. Besarnya angka tersebut akan ditutupi dengan cara penjualan tiket masuk dan pemungutan iuran wajib terhadap para siswa dan alumni.

Hal-hal di atas yangmenyebabkan perubahan makna atau pengertian pensi yang sebenarnya. Harusnya pensi diisi dengan semua ajang kreatifitas siswa / siswa dari sekolah itu sendiri, sehingga para siswa / siswa dapat berekspresi sesuai dengan bakatnya masing-masing.

Ironisnya lagi kegiatan pensi yang mengundang artis nasional dan dilaksanakan secara besar-besaran dengan menelan biaya yang tidak sedikit itu, telah menjadi budaya yang nge-trend dan merupan proker wajib bagi para pengurus OSIS di sekolah masing-masing. Mereka akan merasa bangga dan berprestasi gemilang jika sudah berhasil menyelenggarakan sebuah pentas seni atau Pensi.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved