OPINI
Ketika Pensi Telah Menjadi Budaya
Ketika Pensi Telah Menjadi Budaya. Opini ditulis oleh Inawati, S.Pd.,M.Si./Guru SMA Negeri 15 Semarang
Kehidupan SMA tidak lepas dari bagaimana mereka yang SMA bisa menunjukan kehebatannya, kreativitas, eksistensi di mata orang banyak melalui sebuah acara yang bernama ‘PENSI’, sebuah acara yang dekat dengan kegembiraan, kesenangan, dll. Rasanya kalau belum menunjukan pensi masing-masing SMA belum lengkap, dan hal ini telah menjadi budaya hampir di semua sekolah-sekolah besar.
Dibalik nuansa hura-hura pensi, yang perlu dipertahankan adalah bagaimana sebuah kepanitiaan itu mampu belajar banyak tentang berbgai hal. Karena bagi mereka masa SMA ini, adalah masa belajar banyak hal, kesempatan peserta didik terbuka lebar untuk balajar hal-hal seperti ini. Tidak hanya melulu duduk tenang mendengarkan ocehan guru dalam kelas, belajar matematika, fisika, kimia, ekonomi, dll.
Bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, manfaatkanlah sumber daya yang ada di sekolahmu masing-masing. Baik itu yang bersifat akademik maupun non akademik. Banyaklah berkarya demi masa depan yang gemilang. (tribunjateng/cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ketika-pensi-telah-menjadi-budaya_20171024_074702.jpg)