Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penjualan Ritel Terus Merosot, Aprindo Tuding Toko Online Jadi Penyebabnya

Belakangan, industri ritel tengah mengalami persoalan serius. Beberapa perusahaan telah menutup gerainya.

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: iswidodo
net
Ilustrasi belanja online 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belakangan, industri ritel tengah mengalami persoalan serius. Beberapa perusahaan telah menutup gerainya. Sebut saja 7-Eleven, PT Matahari Department Store, dan Lotus Departement. Pada akhir tahun, seluruh toko ritel Debenhams juga bakal menyusul ditutup.

Fenomena itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Namun peristiwa sama juga terjadi di Malaysia, bahkan di Amerika Serikat. Menjamurnya toko online dituding sebagai satu di antara pemicu merosotnya bisnis ritel.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jateng, Budi Soeseno, turunnya bisnis ritel lantaran terus tergerus digitalisasi. Banyaknya toko online bikin pengusaha ritel resah namun tidak mampu berbuat banyak.

"Banyaknya toko online bikin kami tertekan," katanya, Selasa (14/11).

Diungkapkan Budi, hingga Oktober lalu, penjulan menurun hingga 40 persen. "Tahun sebelumnya turun namun tidak banyak seperti tahun ini," sambung dia.

Selain terdesak toko online, menurutnya pajak tinggi yang dibebankan pada pengusaha ritel juga dirasa memberatkan. Khusus soal pajak, ia berharap, pemerintah tidak membedakan antara bisnis ritel dan online.

"Pemerintah harus tegas untuk menyelamatkan pengusaha retail di Jateng, karena jika keadaan ini dibiarkan terus menerus bukan tidak mungkin gerai ritel yang tutup makin banyak," jelas Budi.

Namun lain dengan Robinson Departement Store. Manager Store dari Robinson Departement Store, Antonius Indra Wijaya mengatakan, keberadaan toko online tidak berdampak besar pada bisnis Robinson.

Buktinya, ucap Antonius, dibandingkan sebelumnya, pada 2017 ini tidak terjadi penurunan penjualan. "Menurut kami belum berdampak signifikan," ucapnya.

Naik Drastis

Semakin meratanya jangkauan perkembangan teknologi, berdampak besar pada bisnis online.

Corporate Communication Manager Bukalapak, Evi Andarini mengungkapkan pertumbuhan penjualan Bukalapak meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan transaksi mencapai 169 persen gross merchandise value tumbuh 100 persen per 17 Oktober 2017," terang dia.

Ia memperkirakan, bsinis e-commerce di Indonesia ke depan tidak hanya sebatas transaksi jual beli semata. "Kami yakin e-commerce di Indonesia akan membantu para pengguna agar mereka melakukan kegiatan dalam satu platform. Mulai jual beli hingga menabung," lanjutnya.

Sementara satu di antara konsumen bisnis online, Restania Andhika mengatakan bahwa banyak benefit yang didapatnya dengan belanja di toko online. Misalnya tidak perlu langsung datang ke toko dan harganya juga cenderung lebih miring.

"Pembayaran juga transfer jadi bisa lebih cepat lantaran tak perlu antre di depan kasir," tandasnya. (tribunjateng/cetak/alx).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved