Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tak Perlu Repot Hitung Kalori, Coba 6 Cara Ini untuk Turunkan Berat Badanmu

Menghitung dengan cermat jumlah kalori dalam setiap gigitan makanan memang membantu selama proses diet.

Tayang:
Editor: bakti buwono budiasto
THINKSTOCK.COM/kompas.com
Ilustrasi 

"Serat juga akan dicera lebih lama, dan ini menahan lonjakan gula darah, yang pada akhirnya membantu mencegah konsumsi kalori berlebih dengan menunda rasa lapar," kata Newgent.

2. Hindarilah makanan olahan

Ketahuilah bahwa kenaikan berat badan juga terkait dengan jenis makanan yang Anda makan, bukan hanya kalori.

Studi dari The New England Journal of Medicine menemukan bahwa orang-orang yang sering mengkonsumsi daging olahan, keripik kentang, dan soda selama periode empat tahun berat badannya bertambah 8 kilogram lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi makanan segar seperti sayuran, biji-bijian, buah, dan kacang-kacangan.

"Salah satu cara untuk memperoleh asupan nutrisi penuh, hindarilah makanan olahan dan pilihlah makanan yang lebih segar, yang tidak terlalu banyak diproses," kata Newgent.

3. Perbanyak protein

Protein adalah zat penting dalam makanan sehari-hari yang membantu membentuk otot.

"Otot adalah jaringan metabolisme aktif atau semacam dapur untuk membakar kalori, artinya jika Anda lebih berotot, maka tubuh juga akan membakar lebih banyak kalori," kata Newgent.

"Protein yang berasal dari daging dan ikan sangat baik, namun kita juga bisa mendapatkan protein dari nabati," tambahnya.

Gorin merekomendasikan kacang-kacangan (biji kacang polong kering), seperti kacang, kacang lentil, buncis, dan kacang polong kering sebagai sumber protein nabati.

 4. Dahulukan sayur

Apa yang Anda ambil pertama kali saat makan? Kebanyakan orang akan mengambil nasi. Nah coba ganti kebiasaan ini dengan memenuhi piring lebih dulu dengan sayur.

"Sayuran biasanya padat nutrisi dan tidak padat kalori. Jadi ambil sayuran lebih dahulu, seperti kecambah, bit, brokoli, kembang kol, wortel, mentimun, sayuran hijau, atau tomat," ucap Newgent.

Setelah itu barulah menambahnya dengan protein kemudian karbohidrat.

Dengan cara itu hanya tersisa sedikit tempat untuk karbohidrat yang biasanya berkalori tinggi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved