Liputan Khusus
CUACA BURUK! Inilah Cara Nelayan Mampu Bertahan Hidup
Kondisi kayak gini nelayan tetap berani melaut, tapi paling hanya dua kilometer dari daratan. Sebab ombaknya besar sampai tiga meteran
"Tahun kemarin saja, jumlahnya lebih dari 9.000 orang, tiap tahun jumlah nelayan bertambah, karena jumlah penduduk ya terus naik," imbuhnya.
Ia berharap, kondisi perairan kembali normal. Sehingga, aktivitas nelayan mencari ikan dapat kembali berjalan seperti hari-hari sebelumnya.
Istirahat
Nasib nelayan Cilacap juga serupa. Sudah sekitar sepekan, sejak Minggu (26/11), kebanyakan nelayan di Cilacap, Jateng, tak melaut. Gelombang tinggi ini tak lepas dari dampak siklon Cempaka.
"Sejak hari Minggu kemarin sudah pada tidak melaut. Sebagian ya melaut, tapi hanya di bagian perairan yang terlindung oleh Nusakambangan, tak berani lebih dari situ," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Sarjono.
Saat tak melaut para nelayan mengisi waktu untuk memperbaiki kapal maupun alat tangkap ikan yang ada. Selain itu, masa-masa seperti ini, dinilai sebagai waktu untuk istirahat bagi para nelayan. "Kalau tidak begini, nelayan tak ada istirahatnya," ucap dia.
Dikatakan, berdasarkan data pada 2015, jumlah total nelayan di Cilacap mencapai lebih dari 30.000 jiwa. Namun, saat dilakukan pendataan ulang guna sertifikasi anggota, jumlah nelayan yang tercatat baru mencapai 17.000-an orang.
Dari jumlah itu, sekitar 70 persen, -atau bahkan lebih-, di antaranya termasuk golongan nelayan buruh. Sisanya, adalah nelayan pemilik kapal maupun pemilik kapal yang juga sekaligus menjadi awak kapal yang dioperasikan.
"Kalau musim seperti ini, yang kasihan kan nelayan buruh, mereka yang paling merasakan dampaknya. Untuk menutup kebutuhan sehari-hari, mereka ya sementara kerja serabutan dulu," ujarnya.
Namun, meski sekitar sepekan tak melaut, persediaan ikan di Cilacap tetap aman. Sebab, pihaknya mempunyai gudang penyimpanan, berupa cool storage, berkapasitas 100 ton.
"Tempat penyimpanan kita punya, tujuannya semata-mata bukan untuk mencari keuntungan, tapi lebih kepada untuk menstabilkan harga ikan. Agar nelayan tak dipermainkan tengkulak," tandasnya.
Dampak siklon Cempaka mengakibatkan ombak di perairan selatan Jateng, berpotensi mencapai 2,5 meter - enam meter. Selain itu, kecepatan angin bisa mencapai 30 knots lebih.
"Namun, mulai hari Minggu (3/12) ini, cuaca sudah mulai membaik. Kalau sudah memungkinkan, ya tentu kita akan melaut lagi," pungkasnya. (Tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/nelayan_20171204_070125.jpg)