Ketua Apindo Jateng Sarankan Pilkada Jadi Momentum Pengusaha Menanam Modal
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng, Frans Kongi menuturkan bahwa momentum Pilkada menjadi peluang.
Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perekonomian Jawa Tengah pada 2017, terus mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Pertumbuhan perekonomian Jateng masih ditopang oleh tiga lapangan usaha utama yakni industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, dan perdagangan besar maupun eceran dan reparasi mobil-sepeda motor.
Kepala Bank Indonesia Jateng-DIY, Hamid Ponco Wiyono mengatakan triwulan III 2017, lapangan usaha industri pengolahan dan perdagangan menunjukkan perbaikan pertumbuhan dibanding triwulan yang sama tahun 2016.
"Menurut catatan kami industri pengolahan berada di angka 34,16 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 15,84 persen, dan perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor 13,33 persen," ujarnya, Kamis (18/1/2018).
Baca: Elpiji 3 Kg Langka, Masih Banyak Masyarakat Mampu Hingga PNS yang Pakai Gas Melon
Menurutnya pertumbuhan pada lapangan usaha industri pengolahan didorong oleh perbaikan kinerja industri berorientasi ekspor sebagai pengaruh membaiknya perekonomian global.
"Pilkada di prediksi industri garmen akan meningkat mencapai 12 persen. Selain itu, Pariwisata, industri kreatif dan industri pengetahuan pada tahun 2018 akan cukup meningkat di Jawa Tengah," tuturnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng, Frans Kongi menuturkan bahwa momentum Pilkada menjadi peluang bagi pengusaha menanamkan modal di Jateng.
Nantinya masyarakat Jateng akan merasakan euforia yang besar menyambut pemimpin baru, dan untuk kalangan pengusaha merupakan saat yang tepat memperluas dan mengembangkan usaha.
"Ya Pilkada serentak 2018 semoga berjalan baik serta kondusif, jika tidak terjadi gejolak maka dipastikan banyak investor baru yang akan menuju ke Jateng untuk melebarkan sayap bisnis yang digeluti," kata Frans.
Baca: Karyawati Bank Ini Diborogol Saat Dirampok Sopir Taksi Online di Tol Cileunyi
Industri pengolahan masih menjadi unggulan Jateng tahun ini, sebab dari data yang dihimpun sampai saat ini penopang ekspor terbesar adalah tekstil.
Selain itu, pengusaha juga bisa mengambil hati masyarakat daerah membuka lapangan kerja baru.
Pemerintah harus berkomitmen menjaga stabilitas politik, karena jika terjadi gejolak ataupun kerusuhan yang disebabkan oleh pilkada, maka secara otomatis investor enggan menanamkan usaha pada tempat tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/apindo-jateng-berharap-kepala-daerah-patuhi-aturan-terkait-penetapan-umk_20161021_161222.jpg)