Harga Tanah Residensial di Jateng Pada Triwulan IV 2017 Tercatat Mengalami Pertumbuhan
Pada triwulan IV 2017, kondisi pasar properti residensial di Kota Semarang mulai menunjukkan pergerakan yang positif
Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada triwulan IV 2017, kondisi pasar properti residensial di Kota Semarang mulai menunjukkan pergerakan yang positif walaupun pergerakan tersebut tidak terlalu signifikan lebih cenderung stagnan.
Harga properti residensial di pasar sekunder di Kota Semarang pada triwulan IV 2017 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen secara quater.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan jika perkembangan pada triwulan ke IV, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,22 persen.
"Kenaikan harga tertinggi terjadi di wilayah Semarang Tengah sebesar 0,36 persen (qtq). Sementara secara tahunan, harga properti mengalami penurunan sebesar 0,26 persen (yoy)," ujarnya sesuai rilis pada Jumat (2/2/2018)
Ia menuturkan jika dibandingkan pada triwulan IV 2016, kondisi pasar properti residensial di Kota Semarang tumbuh sebesar 0,14 persen (yoy).
" Pada tahun 2016, penurunan harga terjadi di semua wilayah kecuali Semarang Selatan yang masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,29 persen (yoy)," tuturnya.
Menurutnya harga tanah residensial pada triwulan IV 2017 tercatat mengalami pertumbuhan, secara triwulanan maupun tahunan.
Mengacu pada data, harga tanah di pasar sekunder tumbuh sebesar 0,50 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,45 persen(qtq).
"Secara tahunan, harga tanah mengalami pertumbuhan sebesar 1,08 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2016 sebesar 0,85 persen (yoy)," imbuhnya.
Ia mengungkapkan jika kenaikan harga tanah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga properti. kenaikan tertinggi secara triwulanan terjadi di wilayah Semarang Barat sebesar 0,73 persen (qtq), sementara secara tahunan kenaikan tertinggi terjadi di wilayah Semarang Selatan sebesar 2,00 persen (yoy).
"Kami melihat pertumbuhan properti residensial pada triwulan IV 2017 juga terindikasi dari penyaluran kredit konsumsi yang meningkat 9,75 persen (yoy)," ungkapnya.
Pertumbuhan properti tersebut dipicu oleh peningkatan KPR untuk kepemilikan properti dari segmen menengah dan menengah atas.
"Peningkatan jumlah KPR untuk kepemilikan properti di segmen tersebut menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,45 persen (yoy)," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perumahan_20170117_170723.jpg)