Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PKL Barito Protes Pembongkaran Kios oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang

PKL Barito Protes Pembongkaran Kios oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, Rabu (21/2/2018).

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/m zainal arifin
Ratusan personel gabungan dari Dinas Perdagangan Kota Semarang, Satpol PP dan aparat kepolisian bongkar kios PKL Barito di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Rabu (21/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan personel gabungan dari Dinas Perdagangan Kota Semarang, Satpol PP dan aparat kepolisian mendatangi lokasi kios pedagang kaki lima (PKL) Barito di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Rabu (21/2/2018).

Menggunakan alat berupa tang, martil dan linggis. Tepat pukul 09.00 WIB, mereka mulai membongkar bangunan kios-kios yang berjejer di tepi jalan Barito. Beberapa bangunan yang masih tertutup, langsung dipreteli bagian petugas.

Di tengah upaya pembongkaran, beberapa pedagang melakukan protes. Mereka menolak dan menghalangi petugas yang akan membongkar dan mengeluarkan barang dagangan dari dalam kios.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara petugas dengan pedagang. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto, langsung menemui para pedagang yang menolak pembongkaran.

Seorang pedagang, Dedi M mengatakan, Dinas Perdagangan menyalahi aturan dalam pembongkaran tersebut. Sepengetahuannya, pedagang masih diberi kesempatan untuk berada di bantaran sungai BKT sembari memindahkan barang sendiri hingga Rabu (21/2).

"Lha ini tanpa pemberitahuan, tahu-tahu sudah asal bongkar saja. Padahal perintah bu Wakil Wali Kota, agar dipindah kalau tempat relokasi sudah jadi. Padahal sampai detik ini relokasinya belum jadi," kata Dedi.

Rencananya, PKL Barito dari Kelurahan Rejosari akan ditempatkan di sekeliling pasar Barito Baru di Penggaron yang dulunya merupakan pasar Klitikan. Dikatakannya, area yang akan ditempati pedagang dari Rejosari masih berupa tanah kosong. Kios untuk pedagang belum disiapkan Dinas Perdagangan.

"Kami mintanya tempat relokasi diperbaiki dulu. Saat ini masih tanah dan becek banyak airnya. Kalau sudah diperbaiki, kami akan pindah sendiri," ujarnya.

Pedagang lain, Rahman menambahkan, pihaknya merasa tidak terima adanya pembongkaran tersebut. Pasalnya, selain area kios PKL di Barito Baru yang belum jadi, juga akses jalannya yang belum dibangun.

"Karena itu, kami tidak terima pembongkaran ini. Kami dirugikan kalau mereka asal bongkar. Padahal bahan bangunan ini kami pakai untuk kios di Barito Baru. Kami minta ditunda sementara sampai akhir bulan," pintanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved