Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sudah Sebulan Kampung Terendam Banjir, Warga Genuk Tak Bisa Kerja

Ribuan warga Genuk terpaksa hidup di tengah genangan banjir yang sudah terjadi selama sebulan terakhir.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/m zainal arifin
SEMBAKO BAZNAS - Relawan Baznas Kota Semarang dibantu warga membagikan bantuan paket sembako kepada warga Genuk yang terdampak banjir, Februari 2018 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa Kelurahan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, hingga kini masih terendam banjir. Ribuan warga terpaksa hidup di tengah genangan banjir yang sudah terjadi selama sebulan terakhir.

Seorang warga Kelurahan Genuksari, Genuk, Solikhin mengatakan, banjir yang bertahan hampir sebulan terakhir membuatnya kesulitan bekerja. Pria paruh baya itu hanya mengandalkan pendapatannya untuk menghidupi keluarganya dari mengayuh becak di kawasan Terminal Terboyo.

"Saya sering tidak berangkat kerja karena rumah direndam banjir terus. Juga area Terboyo juga terendam banjir. Jadi sebulan terakhir hanya beberapa kali berangkat, itupun karena sudah tidak memiliki uang," katanya, Minggu (25/2).

Untuk tetap bertahan hidup, Solikhin bersama istri dan dua anaknya mengandalkan bantuan yang dikirim dari Kantor Kelurahan maupun Kecamatan. Beberapa kali, ia juga menerima bantuan makanan dari tetangga.

Hal itu karena kiriman bantuan makanan tidak datang setiap hari. Padahal, jika dirinya tidak berangkat bekerja, satu-satunya jalan mengisi perutnya dan keluarganya hanya dari bantuan korban banjir.

"Kadang menerima bantuan mi instan dan beras, jadi bisa buat bertahan beberapa hari. Tapi kalau habis dan tidak ada kiriman bantuan, sementara banjir belum kering, ya berusaha bagaimana biar tetap bisa makan," ucapnya.

Kondisi seperti itu tidak hanya dialaminya. Beberapa warga di Kelurahan Genuksari yang hidup kekurangan, mengalami kondisi yang sama.

Hingga kini, banjir juga masih merendam beberapa rumah di Kelurahan Terboyo Wetan. Ketinggian banjir masih di atas lutut. Kondisi tersebut membuat warga tidak bisa beraktivitas.

Seorang warga Kelurahan Terboyo Wetan, Suyatmi menuturkan, hampir selama sebulan dirinya hidup di tengah banjir. Untuk memenuhi kebutuhannya, juga mengandalkan dari bantuan yang diberikan.

Ia bersyukur mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang dan Baznas Jawa Tengah berupa paket sembako. Sehingga, bantuan tersebut dapat dimanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, Baznas memberikan bantuan senilai Rp 40 juta. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk paket sembako yang jumlahnya mencapai 450 paket.

"Upaya ini bentuk keprihatinan kami atas bencana banjir yang melanda Kecamatan Genuk. Jangan dilihat nilainya karena memang kecil, tapi setidaknya ini bisa meringankan beban warga yang terkena banjir," kata Arnaz.

Dikatakannya, banjir ini tidak dapat diprediksi. Kondisi Kecamatan Genuk yang merupakan dataran bawah, rawan tergenang banjir. Ia berharap, banjir segera kering dan warga bisa beraktivitas lagi seperti sebelumnya.

Ketua Baznas Jawa Tengah, KH A Darodji mengungkapkan, pihaknya telah mengalokasikan bantuan untuk korban bencana untuk 11 daerah di Jawa Tengah yang terkena bencana.

"Ada 11 Kabupaten yang kami alokasikan bantuan pada 2018 ini. Selain Kota Semarang, juga Brebes yang kemarin terkena longsor," katanya. (tribunjateng/nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved