Menelisik KTM RC 250, Knalpot di Bawah Tapi Melintasi Banjir Tetap Aman
KTM yang ada di Kota Semarang bukan berasal dari Cina, melainkan Austria. Sedangkan di Indonesia terdapat dua ATPM yang menjual KTM
Penulis: faisal affan | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Desember tahun lalu, dealer resmi motor Kraftfahrzeuge Trunkenpolz Mattighofen atau disingkat KTM, hadir di Kota Semarang. Tepatnya ada di Jalan Imam Bonjol no 202, Pendrikan Kidul, Semarang Tengah.
Dealer yang dikelola oleh ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) PT Penta Jaya Laju Motor ini, untuk sementara menjual dua varian motor, yakni tipe Duke dan RC. Satu di antaranya RC 250 yang memiliki tenaga maksimal 31,3 HP.
Indra Sukma (31), Store Manager KTM Semarang menjelaskan, RC 250 yang bertipe sport ini menggunakan satu silinder dengan kapasitas 248,8 cc. Ciri khas motor keluaran KTM yang tidak bisa ditutupi yakni, warna oranye rangkanya.
Motor ini menggunakan rangka tipe tralis yang cenderung kuat, tetapi memiliki bobot yang lebih ringan. Selain rangka, posisi knalpot yang berada di bawah foot step pengemudi, menjadi ciri khusus RC 250.
"Walaupun knalpotnya dekat dengan permukaan tanah, saat melintasi banjir airnya tak akan masuk. Sebab, sudah ada filter yang bisa membatasi air masuk ke dalam mesin. Saya juga lihat sendiri di Youtube, sudah ada yang pernah mencobanya," katanya, Selasa (20/3/2018).
Apabila dilihat dari kejauhan, motor ini hanya memiliki satu tempat duduk. Namun, sisa tempat yang ada di belakang jok pengemudi, juga bisa ditunggangi, karena menggunakan bahan yang relatif empuk.
Kata Indra, KTM RC 250 memiliki keunggulan di bagian suspensi depan dan belakang. Besaran silinder suspensi depan yang mencapai 43 milimeter, menghasilkan kenyamanan tersendiri untuk pengemudi.
"Saya bisa mengatakan, suspensi depannya lebih besar dibandingkan kompetitor. Apalagi, menggunakan merek WP-USD yang sudah dikenal di dunia balap moto cross, sebagai suspensi yang handal," tuturnya.
Sama halnya dengan motor matik keluaran Honda, KTM RC 250 juga memiliki sensor standar samping. Sensor ini berguna untuk menjaga motor supaya tidak bisa melaju jika standar belum dikembalikan ke posisi semula.
Sehingga, ketika Indra menarik tuas kopling dan memasukkan persneling, otomatis mesin motor akan mati. Untuk urusan lampu-lampu, KTM RC 250 masih menggunakan jenis lampu halogen sebagai sumber penerangan.
"Mengapa tidak memakai lampu LED, karena di negara asalnya sering turun salju, yang membuat jalanan cenderung berwarna putih. Sehingga, pabrikan lebih memilih menggunakan lampu halogen. Tetapi sudah diberi reflektor proyektor, sehingga cahayanya lebih fokus," terangnya.
KTM 250 menggunakan sistem pengereman disc brake depan belakang, yang dilengkapi dengan piston buatan By Bre. Indra menjelaskan, By Bre merupakan produk buatan Brembo, namun dengan kasta di bawahnya.
Perawatan untuk kendaraan ini tidak begitu rumit, sama halnya dengan motor keluaran Jepang. Namun kata Indra, ada beberapa sensor motor apabila tidak ditangani oleh ahlinya, akan berdampak fatal.
"Saya sarankan motor KTM harus ditangani oleh ahlinya, supaya tidak ada kendala. Adapun juga sudah ditunjang dengan garansi mesin hingga tiga tahun. Spare part dan onderdil juga sudah disediakan di dealer resmi kami," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ktm-rc-250_20180320_154652.jpg)