Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Deddy Corbuzier Baca Karakter Dari Segelas Kopi, Sebut Ada Teori Occam's Razor Principle

Kali ini mantan suami Kalina Octaranny itu membaca karakter seseorang dari segelas kopi.

Penulis: Awaliyah P | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE/DEDDYCORBUZIER

Menurut Deddy, orang yang menjawab Rp 5000 merupakan orang yang bisa mengambil keputusan secara cepat.

"Karakter anda adalah orang yang berpikir cepat, mengambil keputusan secara cepat, bertindak secara cepat, dan berpikir global. Dan itu bagus. Jadi saya tidak menyalahkan anda karena jawaban yang salah. Anda adalah orang-orang yang segera mengambil tindakan, orang-orang yang tidka memikirkan hal-hal tidak penting, tidak memikirkan hal-hal detail yang menurut anda tidak diperlukan. Otak anda menerima sebuah pertanyaan menjawab sesuai dengan logika anda yang ada."

Namun yang menjadi kekurangan orang-orang golongan ini adalah mereka akan kesusahan jika harus merencanakan sesuatu jangka panjang.

"It's just logic, masalahnya adalah biasanya selalu gagal ketika anda merencanakan sesuatu. Karena dalam perencanaan anda membutuhkan plan detail. Anda tidak bisa membuat sebuah plan tanpa perencanaan yang detail. Tapi kalau rencananya adalah jangka pendek, you will have golds with that. Kalau rencana yang jangka panjang, you need detail dan orang-orang yang menjawab Rp 5000 adalah orang-orang yang ketika merencanakan sesuatu jangka panjang, you will fail dan itu adalah keburukan anda."

2. Rp 2.500 atau tidak menjawab:

Berbanding terbalik dengan karakter yang menjawab Rp 5000, orang-orang yang masuk kategori ini adalah mereka yang selalu memerlikan waktu lebih lama untuk sebuah keputusan.

"Orang yang tidak mengambil keputusan secara cepat. Tidak bertindak secara cepat atau tidak tergesa-gesa atau you just so smart."

Namun yang menjadi kekurangan adalah orang-orang dalam kategori ini akan kesusahan jika diminta keputusannya dengan cepat.

" Jeleknya untuk anda adalah anda bingung ketika anda memiliki sebuah plan di depan anda yang harus anda ambil keputusan yang harus anda lakukan sekarang juga you can't do it. Tapi kalau anda merencanakan segala sesuatunya dalam waktu panjang, jangka panjang, anda rinci satu-satu, anda detailkan plan-nya, you will have it. Jadi itu bagusnya anda dan itulah jeleknya anda."

Setelah menjelaskan dua karater yang dilihat dari segelas kopi, Deddy menjelaskan tentang teori Occam's razor principle dimana ketika manusia diberi pertanyaan atau mengalami peristiwa, sebagian besar manusia akan memilih jalan pintas atau mencari jawaban yang paling mudah yang bisa didapatkan.

"Contohnya begini, anda datang ke rumah tiba-tiba meja bergerak sendiri, anda berpikir 'itu setan.' that's occam's razor principle. Hal yang paling mudah diterima di akal anda pada saat itu juga. Dan yang paling mudah jawabannya itu yang benar. Dan itu adalah orang-orang yang berpikir Rp 5.00. Apakah itu bagus? Bisa iya dan bisa tidak. Dan apakah orang yang menjawab Rp 2.500 bagus? Bisa iya bisa tidak."

Bapak satu anak itu menuturkan bahwa setiap karakteristik memiliki sisi negatif dan sisi positif.

Deddy juga mengatakan bahwa selama ini ia selalu membagi dua porsi dalam berpikir dan mengambil keputusan.

"Tergantung dari bagaimana cara anda menjawab, yang saya lakukan selama ini adalah saya membagi dua porsi berpikir saya. Saya harus mengambil keputusan secara cepat jadi saya menghilangkan detail-detail hal-hal yang harus saya lakukan saat itu juga dengan menghilangkan hal-hal yang tidak penting. So if I need a quick decision, I do not need to think details tapi kalau saya mem-plan jangka panjang dan I'll write all the detail. Saya akan melihat, menulis, mencermati." pungkasnya. (*)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved