Kamis, 18 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Mayat Charlie Caplin Dicuri, Kemudian Makamnya Ditembok Beton

Peristiwa ini memicu penyelidikan polisi sekaligus menandai dimulainya perburuan terhadap para pelaku

Tayang:
Editor: m nur huda
net
Charlie Chaplin 

TRIBUNJATENG.COM - Dalam salah satu kasus paling terkenal dalam sejarah berkaitan dengan penyiksaan tubuh, dua pria mencuri mayat aktor film Sir Charles Chaplin dari pemakaman di Desa Swiss Corsier-sur-Vevey, yang terletak di perbukitan di atas Danau Jenewa, dekat Lausanne, Swiss, pada 1 Maret 1978 silam.

Charlie Caplin mungkin merupakan seorang aktor komik yang mungkin paling terkenal karena alter egonya. 

Aktor kelahiran 16 April 1889 ini juga seorang pembuat film yang dihormati terutama sepanjang kariernya di era film bisu Hollywood dan transisi penting ke film bersuara di akhir 1920-an. 

Chaplin meninggal pada Hari Natal pada tahun 1977, di usia 88. Dua bulan kemudian, tubuhnya dicuri dari pemakaman Swiss. 

Peti mati Charlie Caplin yang dicuri dari kuburannya
Peti mati Charlie Caplin yang dicuri dari kuburannya (NET)

Peristiwa ini memicu penyelidikan polisi sekaligus menandai dimulainya perburuan terhadap para pelaku.

Terutama setelah istri mendiang Chaplin, Oona mengaku menerima permintaan uang sejumlah $ 600.000 untuk menebus mayat Chaplin yang mereka dicuri. 

Pendek kata, pria diujung telepon meminta uang tebusan jika ingin mayat Chaplin dikembalikan. 

Setelah itu, polisi mulai memantau teleponnya dan melakukan pemantauan terhadap 200 kios telepon di wilayah tersebut. 

Adapun Oona sudah menolak untuk membayar uang tebusan tersebut. Ia meyakini bahwa suaminya pun akan berpikir bahwa itu merupakan permintaan yang konyol. 

Para penelepon kemudian membuat ancaman terhadap dua anak bungsunya. Oona Chaplin adalah istri keempat Charlie (setelah Mildred Harris, Lita Gray dan Paulette Goddard) dan putri dari dramawan Eugene O’Neill. 

Oona sendiri menikah dengan Chaplin pada tahun 1943. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai delapan anak. 

Keluarga mereka telah menetap di Swiss pada tahun 1952 setelah Chaplin ditolak masuk ke Amerika gara-gara dituding sebagai simpatisan komunis.

Sementara itu, setelah penyelidikan selama lima minggu, polisi menangkap dua montir mobil - Roman Wardas asal Polandia, dan Gantscho Ganev, dari Bulgaria. 

Keduanya mendatangi makam Chaplin, membongkarnya, kemudian membawa mayatnya lalu menguburnya di ladang jagung sekitar 1 mil dari rumah keluarga Chaplin di Corsier.

Setelah ditangkap Wardas dan Ganev mengakui perbuatannya. Dan mereka dihukum karena merampok dan mencoba melakukan pemerasan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved