Kisah Mayat Charlie Caplin Dicuri, Kemudian Makamnya Ditembok Beton
Peristiwa ini memicu penyelidikan polisi sekaligus menandai dimulainya perburuan terhadap para pelaku
Kepada polisi, kedua pelaku yang merupakan pencari suaka politik dari Eropa Timur, mengaku bahwa mereka nekat mencuri mayat Chaplin dengan maksud meminta uang tebusan untuk menyelesaikan masalah keuangan mereka.
Wardas, yang diidentifikasi sebagai dalang dari rencana jahat itu, dijatuhi hukuman empat setengah tahun kerja paksa.
Ketika dia menceritakannya, dia terinspirasi oleh kejahatan serupa yang dia baca di surat kabar Italia.
Sementara Ganev diberi hukuman percobaan 18 bulan, karena ia diyakini memiliki tanggung jawab terbatas atas kejahatan tersebut.
Adapun Chaplin, kemudian dimakamkan kembali di kuburan dengan tembok beton untuk mencegah terjadinya upaya pencurian kembali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/charlie-chaplin_20180331_160255.jpg)