Mantab! Wayang Golek Buatan Teguh Jadi Primadona Ki Enthus dan Para Dalang Kondang
Dari tangan terampil Teguh, banyak dalang kondang memesan wayang buatannya.
Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
"Yang paling susah dicari adalah kayu kedondong jaran, di Batang sendiri tidak ada saya mencari sampai ke Kabupaten Pekalongan dan Pemalang," ujarnya.
"Kadang ada juga yang memesan wayang khusus sesuai keiingan dalang, seperti Ki Enthus, saya sampai dipanggil ke rumahnya hanya untuk membuat dua karater yang sesuai keiingannya," tuturnya.
Pria kelahiran 18 Desember 1981 tersebut prihatin akan kepedulian anak muda yang tidak mau meneruskan kebudayaan leluhur.
"Kalau tidak ada yang meneruskan pasti akan punah, dan jangan sampai diambil oleh negara lain, saya membuka pintu lebar-lebar jika ada yang ingin belajar membuat Wayang Golek supaya ada generasi penerus," tegasnya.
Selain geliat dari pemuda yang kian lesu, ia berharap pemkab bisa berperan aktif dalam pelestarian budaya terutama Wayang Golek.
"Kalau dihitung rugi atau untung pasti rugi, karena butuh waktu lama dan harus teliti untuk membuat wayang golek, kadang hanya dihargai Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta untuk satu wayang, namun saya akan tetap membuat wayang walaupun digerus era modern," kata Teguh.
Pihaknya sangat berharap ada pihak yang membantu pemasaran ataupun pembentukan sanggar pembuatan wayang.
"Kalau ada pihak yang membantu untuk pemasaran atau edukasi seperti sanggar pasti saya dengan senang hati ikut, siapa lagi kalau tidak anak muda yang bisa melestarikan kebudayaan leluhur," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/teguh-abadi-saat-membuat-wayang-golek-di-dalam-rumahnya_20180414_174334.jpg)