Ismono Sebut Konsumen Keluhkan Taksi Bandara Yang Tidak Menggunakan Argometer
Sarana transportasi masih menjadi permasalahan akses menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi
Kemudian, di bandara baru juga terdapat pemandu moda dari Bandara Ahmad Yani. Pihaknya telah menyiapkan drop zone, dan pick up di bandara baru.
"Nanti ada pemandu moda dari bandara menuju ke Demak, Kudus, dan Rembang. Selain itu pemandu moda dari bandara, Ungaran, Salatiga. Selanjutnya pemandu moda dari bandara, Kendal hingga Pekalongan," jelasnya.
Disamping itu, kata dia, penambahan transportasibisa dilakukan menambahkan bus Trans Jateng. Sebelumnya Bus Trans Jateng hanya sampai stasiun Tawang.
"Hal ini bisa dilanjutkan hingga bandara. Ada juga nanti dari Demak, Purwodadi, Kemusuk. Kalau pemandu moda itu langsung. Kalau BRT berhenti-berhenti," jelasnya.
Menurut dia, dari konsep Trans Jateng ada empat titik. Namun yang saat ini Trans Jateng yang telah berjalan adalah Bawen-Semarang.
"Nanti ada lagi jalur yang dari Demak Semarang bisa masuk ke Bandara seadainya mau diteruskan. Karena konsep lama berhentinya di Tawang. Kalau dari Purwodadi berhentinya di Penggaron," terangnya.
Dari konsep, menurutnya opertor Trans Jateng akan diserahkan pengusaha yang ada saja. Pihaknya tidak menginginkan pengusaha baru untuk mengoperasikan Trans Jateng.
"Mereka nanti memenuhi armada. Nanti pemerintah yang akan memberikan subsidi operasional berkisar satu koridor Rp 10 miliar hingga Rp 11 Miliar pertahun," jelasnya.
Ia menuturkan interkoneksi Trans Jateng akan dimasukan ke dalam bandara baru.
Di samping itu, Pemerintah Provinsi diminta untuk dapat mengambil alih rute 32 Hotel di Kota Semarang.
"Kelihatannya Semarang tidak melirik itu. Jadi bisa diambil alih Provinsi," tukasnya.(*)