Ki Enthus Susmono Meninggal Dunia
Cerita Ki Manteb Soedharsono saat Ki Enthus 'Pamit' Padanya, Sang Guru Rasakan Firasat. .
Bersama Joko Edan, Enthus berguru pada Ki Manteb sudah sejak lama. Sejak masih muda dan masih perjaka, belajar menjadi dalang
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,SLAWI - Seniman dan budayawan pun merasa kehilangan dengan wafatnya Enthus Susmono, sang dalang kondang yang juga Bupati petahana Tegal pada Senin (14/5/2018) malam sekitar pukul 19.10 WIB.
Ketokohan Abah, panggilan akrab Enthus, sebagai dalang dan juga kepala daerah mampu memberikan pencerahan dalam perspektif kehidupan, terutama bidang kesenian.
Fakta itulah yang membuat seniman dan budayawan merasa kehilangan dengan sosok yang terkenal dengan tingkah laku nyleneh.
Baca: Bikin Haru, Kenangan gus Ipul Tentang Sosok Ki Enthus hingga Sampai Mengidolakan
Dalang terkenal Ki Manteb Soedharsono yang merupakan guru Enthus menceritakan kesan- kesan bersama muridnya itu.
Ki Manteb berkomunikasi terakhir dengan Enthus pada 7 Mei 2018 lalu. Saat itu, ia tengah berada di Palembang.
"Dia telepon katanya mau pentas wayang membawakan lakon Pandawa Mukso, matine Pandawa. Dia bicara mau dibawakan buat wayang wong (orang). Lha aku ngomong nggak bisa, itu kan lakong wayang.
Wayang yo wayang, wong yo wong. Kemudian saya terangkan," ucapnya saat berziarah di rumah duka Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (15/5/2018).
Menurutnya, komunikasi terakhir mau membawakan lakon Pandawa mati itu sudah menjadi firasat dirinya sebelum menghembuskan napas terakhir.
Lakon Pandawa Mukso baru dibawakan dua kali oleh Ki Manteb seumur hidupnya menjadi dalang.
Jarang ada dalang yang mau membawakan judul meninggalnya tokoh baik dalam cerita pewayangan itu.
Bersama Joko Edan, Enthus berguru pada Ki Manteb sudah sejak lama. Sejak masih muda dan masih perjaka, belajar menjadi dalang.
"Sebelum menjadi dalang saya ruwat dulu dia di Pantai Widarapayung Cilacap. Saya ngomong dia masih kotor jadi harus dibersihkan saat itu," kenangnya.
Ia mengisahkan sosok Enthus merupakan sosok yang keras namun suka becanda.
"Dia pernah ngomong, sama siapa saja dia tidak takut. Tapi kalau sama saya dia bilang takut. Mung karo njenengan aku wedi, dia ngomong gitu," ucapnya. (*)