Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Makan Mie Setiap Hari Tidak Masalah Lho, Ini Penjelasannya

Konsumsi mie sesering mungkin dikabarkan dapat menyebabkan penyakit kompleks seperti stroke, diabetes juga gizi buruk.

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: Catur waskito Edy
wilujeng puspita dewi
Nila Puspitasari, ahli gizi RS hermina Banyumanik saat ditemui Tribun Jateng. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Mie kerap diidentikan dengan makanan berbahaya dan tidak layak konsumsi.

Konsumsi mie sesering mungkin dikabarkan dapat menyebabkan penyakit kompleks seperti stroke, diabetes juga gizi buruk.

Padahal, makanan tersebut dibuat dari bahan dasar tepung terigu jenis hard wheat dan diperkaya dengan telur.

"Konsumsi mie setiap hari sebenarnya tidak masalah. Asalkan jangan mie instan. Mie bahkan bisa menjadi pengganti nasi karena kandungan karbohidratnya," ungkap Ahli Gizi Rumah Sakit Hermina Banyumanik, Nila Puspitasari, Selasa (22/5/2018).

Nila yang ditemui oleh Tribun Jateng di RS Hermina Banyumanik kota Semarang, Jawa Tengah menjelaskan lebih lanjut, mie instan sangat tidak dianjurkan karena bumbunya yang terlalu banyak penyedap dan penguat rasa.

Bumbu-bumbu tersebut jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat membahayakan tubuh, mengingat MSG tergolong sulit dikeluarkan dari tubuh.

"Kalo konsumsi mie boleh, tapi tidak usah memakai bumbu yang ada di kemasan. Bumbu MSG jika dikonsumsi jumlah banyak bisa membuat glutamat merangsang reseptor otak berlebih. Akibatnya otak bisa mengalami penurunan fungsi," ungkapnya.

Selain itu, mie dapat menyebabkan gizi buruk karena sering dikonsumsi tanpa lauk.

Baca: Hujan Abu Vulkanik Sampai ke Kebumen dan Puworejo yang Jaraknya 40 Km dari Merapi

Baca: Masih Ada Genangan Air di Km 5.6 Jalan Kaligawe Semarang

Baca: Bencana Rob di Kota Pekalongan, 2 Kecamatan Terendam Air, Lebih dari 2.000 Orang Diungsikan

Padahal, Nila menuturkan, mie bisa dijadikan pengganti nasi dengan syarat harus dilengkapi dengan makanan seimbang lain seperti telur, daging, sayur juga buah-buahan.

"Konsumsi mie terus menerus tanpa lauk jelas akan menyebabkan seseorang kekurangan gizi. Makan mie ya harus dilengkapi lauk bergizi, " tandasnya.

Terlebih, masyarakat kerap mengkonsumsi mie dengan nasi.

Nila menambahkan, tidak dapat dipungkiri perpaduan kedua makanan karbohidrat tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes.

"Intinya mie boleh dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Dengan catatan tidak disertai banyak bumbu dan dilengkapi dengan makanan seimbang lainnya," sarannya kecuali untuk penderita mag.

Mie yang telah diolah menjadi gluten dan lengket, akan nenyebabkan organ pencernaan bekerja lebih keras. Sehingga tidak dianjurkan untuk penderita mag.

Baca: Jadwal Keberangkatan Kereta Api dari Stasiun Poncol dan Tawang Semarang ke Berbagai Kota Hari Ini

Baca: Tangis Penyesalan Vicky Prasetyo, Sudah 10 Hari Tak Serumah dengan Angel Lelga

Baca: Jadwal Keberangkatan Kereta Api dari Stasiun Poncol dan Tawang Semarang ke Berbagai Kota Hari Ini

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved