Andayani Budi Lestari: Kami Dorong Pemilik Usaha Daftarkan Karyawannya Jadi Anggota BPJS Kesehatan
"Kami mendorong para pemilik usaha yang tidak mendaftarkan karyawan dan keluarga karyawan untuk menjadi peserta BPJS,"
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - BPJS Kesehatan menggelar Safari Ramadan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta mengambil tema dengan semangat Ramadan Kita perkokoh Gotong Rouong dan Sinergi Badan Usaha untuk Mewujudkan JKN KIS yang berkualitas dan Berkesinambungan Menuju Universal Health Coverage 2019 di Abhimantrana Ballroom, The Wujil Resort and Conventions pada Rabu (30/5/2018).
Pada acara tersebut Direktur Pelayanan dan Kepesertaan BPJS Kedeputian Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta, Andayani Budi Lestari mengatakan acara tersebut merupakan sosialisasi bagi para pemilik usaha dan pemerintah guna mendorong kepesertaan di BPJS Kesehatan.
"Kami mendorong para pemilik usaha yang tidak mendaftarkan karyawan dan keluarga karyawan untuk menjadi peserta BPJS," ujar Andayani.
Dorongan kepesertaan tersebut selain untuk memenuhi hak jaminan kesehatan karyawan, juga sebagai partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Universal Health Coverage.
Kepesertaan BPJS Kesehatan tak hanya bagi masyarakat yang sakit, namun juga masyarakat yang sehat.
Ia analogikan seorang peserta BPJS Kesehatan yang harus melakukan cuci darah tiap bulan. Misalkan biaya cuci darah sebesar Rp 1.000.000. Untuk menutup biaya sebesar itu tiap bulan sementara iuran kepesertaan BPJS sebesar Rp 100.000 per bulan, tentu dibutuhkan sembilan orang peserta lain.
"Itulah prinsip gotong royong yang digunakan oleh BPJS Kesehatan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/safari-ramadhan-bpjs-kesehatan_20180530_194723.jpg)