Mudik Lebaran
Baru Setengah Jam Hujan Lapak-lapak di Rest Area Candiareng Bocor
Sekitar 70 lapak yang disediakan pengelola Tol Fungsional Pemalang Batang. Sebagian lapak tersebut bocor
Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sekitar 70 lapak yang disediakan pengelola Tol Fungsional Pemalang Batang. Sebagian lapak tersebut bocor saat terjadi hujan, Minggu (10/6/2018) dini hari.
Hal tersebut membuat para pedagang penyewa lapak mengeluh. Padahal sewa lapak Rp 3 juta hingga Rp 6 juta.
Minggu dinihari terjadi hujan di Batang. Air langsung membasahi dagangan para penyewa lapak, bahkan, atap dari terpal di lapak para pedagang ada yang rubuh karena tak kuat menahan air hujan.
Dikatakan Ngesti satu di antara pedagang, mengaku rugi karena dagangannya tertimbun terpal saat hujan turun.
"Kalau seperti ini habis semua dagangan saya, padahal baru saja buka dua hari," ujarnya sembari memungut beberapa perabotan yang digunakan untuk berdagang.
Ngesti hanya bisa pasrah dan mencoba menampung air yang turun dari atap lapaknya.
Sementara itu Ari Nugroho yang menjajakan ayam goreng menuturkan pihak pengelola tidak memperhatikan kekuatan atap untuk menampung air hujan.
"Hujan belum ada setengan jam lapak yang kami sewa hampir rubuh seperti ini, bagaimana kalau hujan seharian penuh," jelasnya.
Ia berharap, agar atap lapak bisa diperkuat atau minimal diperbaiki menggunakan seng.
"Sudah bayar sewa harusnya kami diperhatikan, apalagi kondisi lapak kami, semoga saja hujan tidak turun saat siang atau sore hari, karena jam jam 15.00 WIB hingga menjelang Magrib para pemudik beristirahat di rest area Candiareng," timpalnya. (*)